Nama : Jamalludin
Nim : 11711115
Kelas/Semester : D/6
5 ULASAN SKRIPSI
1. Judul Penelitian : “Peran K.H.M. Sanusi Dalam Mengembangkan Pendidikan Islam Di Pesantren Assanusi”
Nama Peneliti : Muhammad Hasan Hanabi
Lokasi Penelitian : IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Pendahuluan :
Manusia dengan pendidikan sebenarnya bisa di telusuri dari awal penciptaan manusia yaitu Nabi Adam as. Dimana kemampuan dan pengetahuan Adam bersumber dari Allah Swt. Dibekali dengan potensi pendengaran pengelihatan hati dan otak untuk berfikir. Sehingga itu mengindikasikan bahwa manusia adalah mahluk yang mampu mengembangkan segala bentuk potensi yang ada. Dalam tahap pengembangan potensi manusia membutuhkan intervensi dari luar, yakni pendidikan. Itu juga menunjukan bahwa manusia adalah mahluk yang berpotensi untuk di didik. Dengan aktivitas pendidikan manusia dapat dikembangkan menjadi mahluk yang berperadaban.
Sebagaimana telah diuraikan diatas dalam lintasan sejarah pendidikan Indonesia menghadapi berbagai dinamikanya. Pesantren memiliki peranan yang besar dalam membangun masyarakat berbudaya dan berkeadaban. Peranya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kultural masyarakat Indonesia, sebagaimana Haidari memberikan pandangan terhadap pesantren bahwa peran pesantren menemukan momentumnya terutama dalam menjawab tantangan zaman atau proses modernisasi yang terus berlangsung. Dualisme pendidikan yang dipandang Oleh para Ahli memposisikan pesantren menjadi poros tersendiri yang secara tidak langsung menjadi kekuatan tersendiri, dan selalu menarik untuk di bicarakan dan diteliti. Berdasarkan hal itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian ilmiah terhadap K.H.M. Sanusi, oleh karena itu penulis menulis sebuah karya ilmiah yang berjudul “Peran K.H.M. Sanusi Dalam Mengembangkan Pendidikan Islam di Pesantren Assanusi”.
Masalah Penelitian :
Upaya yang dilakukan K.H.M. Sanusi dalam membentuk santri yang sesuai dengan keislaman.
Karya apa saja yang dapat K.H.M. Sanusi lahirkan.
Masyarakat luas banyak yang belum mengenal sosok K.H.M. Sanusi.
Kontribusi K.H.M. Sanusidalam pengembangan pendiidkan Islam di pesantren assanusi hususnya dan masyarakat cirebon pada umumnya.
Ide dan gagasan K.H.M. Sanusi dalam mengembangkan pendidikan Islam di lingkungan pesantren.
Tujuan Penelitian :
Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang Peran K.H.M. Sanusi Dalam Mengembangkan Pendidikan Islam Di Pesantren Assanusi. Sementara tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
Upaya yang dilakukan K.H.M. Sanusi dalam membentuk santri yang sesuai dengan keislaman.
Karya apa saja yang dapat K.H.M. Sanusi lahirkan.
Masyarakat luas banyak yang belum mengenal sosok K.H.M. Sanusi.
Kontribusi K.H.M. Sanusidalam pengembangan pendiidkan Islam di pesantren assanusi hususnya dan masyarakat cirebon pada umumnya.
Ide dan gagasan K.H.M. Sanusi dalam mengembangkan pendidikan Islam di lingkungan pesantren.
Penelitian yang Digunakan :
Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, data diperoleh dari buku tanwir Al-Qulub dan wawancara dengan KH Ali Munir kemudian data dipilah dan dipilih berdasarkan yang berkaitan dengan KH. M. Sanusi dan pesantren, tehnik penulisan berdasarkan buku pedoman akademik.
2. Judul Penelitian : “Peranan Syeikh Abdurrahman Shiddiq Dalam Penyebaran Agama Islam Di Indragiri Hilir”.
Nama Penelitian : Andres Pransiska
Lokasi Penelitian : Universitas Riau
Pendahuluan :
Masuknya Agama Islam ke Indonesia merupakan suatu proses yang sangat penting dalam sejarah Indonesia. Menurut beberapa ahli sejarah pembawa Agama Islam ke Indonesia adalah golongan pedagang. Pada umunya proses islamisasi di Indonesia ada dua. Pertama, penduduk pribumi berhubungan dengan Agama Islam dan kemudian menganutnya. Kedua, orang-orang Asia (Arab, India, Cina, dan lain-lain) yang telah memeluk Islam bertempat tinggal secara permanen di suatu wilayah Indonesia, melakukan perkawinan campuran dan mengikuti gaya hidup lokal kemudian menjadi anggota kelompok masyarakat yang ditinggali tersebut. Petunjuk yang paling dapat dipercaya mengenai penyebaran agam Islam berupa prasasti-prasasti Islam (kebanyakan batu-batu nisan) dan beberapa catatan musafir. (Ricklefs,1994:1).
Dalam perkembangan studi-studi islam di Indonesia, terdapat kecendrungan yang kuat bahwa dikotomi Islam tradisional-modern digunakan sebagai alat analisis. Tidak jarang, kajian islam tradisional cenderung dikesampingkan atau paling tidak, kurang mendapat perhatian yang proposional. Padahal dalam kenyataan, meskipun tidak ditemui data statistiknya, jumlah penganut Islam tradisonal di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah penganut Islam Modern. Ironisnya lagi, penelitian tentang Islam tradisional seringkali menggunakan perspektif dan standar ukuran Islam Modern sehinga melahirkan kekeliruan dan kesalah pahaman mengenai Islam tradisonal itu sendiri. Inilah yang disebut Woodward sebagai bentuk pengunaan pendekatan teologis dalam kajian Historis atau sosiologis.
Rumusan Masalah :
1) Bagaimana Biografi Syeikh Abdurrahman Shiddiq?
2) Bagaimana Masa Perjuangan Syeikh Abdurrahman Shiddiq Dalam Penyebaran Agama Islam Di Indragiri Hilir?
3) Bagaimana Konsep Pemikiran Keagamaan Syeikh Abdurrahman Shiddiq Dalam Penyebaran Agama Islam Di Indragiri Hilir?
Tujuan Penelitian :
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis “Peranan Syeikh Abdurrahman Shiddiq Dalam Penyebaran Agama Islam Di Indragiri Hilir”. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Bagaimana Biografi Syeikh Abdurrahman Shiddiq?
2) Bagaimana Masa Perjuangan Syeikh Abdurrahman Shiddiq Dalam Penyebaran Agama Islam Di Indragiri Hilir?
3) Bagaimana Konsep Pemikiran Keagamaan Syeikh Abdurrahman Shiddiq Dalam Penyebaran Agama Islam Di Indragiri Hilir?
Penelitian yang Digunakan :
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jadi, Penelitian ini yang dijadikan sasaran adalah masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir yang mengetahui bagaimana proses perkembangan Agama Islam dan peranan Syeikh Abdurahman Shiddiq dalam menyebarkan Agama Islam di Indragiri Hilir..
3. Judul Penelitian : “Peranan Syekh H. Abdul Halim Hasan Dalam Pengembangan Pendidikan Islam Di Kota Binjai Pada Tahun 1927 – 1969”.
Nama Peneliti : Muhammad Alpan Daulay
Lokasi Penelitian : UIN Sumatera Utara
Pendahuluan :
Pendidikan Islam di Indonesia sudah berlangsung sejak masuknya Islam ke Indonesia. Pada tahap awal pendidikan Islam dimulai dari kontak-kontak pribadi maupun kolektif antara mubalig (pendidik) dengan peserta didiknya. Pada tahap awal pendidikan Islam itu berlangsung secara informal. Paramubalig banyak memberikan contoh teladan dalam sikap hidup mereka sehari-hari. Paramubalig itu menunjukkan akhlakul karimah, sehingga masyarakat yang didatangi menjadi tertarik untuk memeluk agama Islam dan mencontoh perilaku mereka.
Oleh sebab itu, pendidikan Islam sebagai bentukfollow up penyebaran ajaran Islam sangatlah bergantung kepada ulama yang bersangkutan. Misalnya, tokoh pendidikan agama Islam yang berada di kerajaan Aceh adalah Hamzah Fansuri. Ia merupakan seorang pujangga dan guru agama yang terkenal dengan ajaran tasawuf yang beraliran wujudiyah. Di antara karya-karya Hamzah Fansuri (w. 1590) adalah Asrár Al-Aufîn, Syarâb Al-Âsyikîn, dan Zuiát Al-Nuwâhidin. Sebagai seorang pujangga ia menghasilkan karya-karya, Syair si burung pungguk, syair perahu.
Mengenai penabalan dan perubahan nama Syeikh H. Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah menjadi nama tetap di Sekolah Tinggi Agama Islam, khususnya di kota Binjai seperti yang sudah dipaparkan di atas bahwasanya beliau adalah merupakan salah satu perintis berdirinya madrasah Al-Ishlahiyah sejak tahun 1920 yang saat itu bernama madrasah Jam’iyatul Khairiyah kemudian berubah nama menjadi Madrasah Arabiyah School dan berikutnya berubah lagi namanya menjadi Madrasah Al-Ishlahiyah yang menyelenggarakan Pendidikan Agama (PGA) di bawah kepemimpinan Alm. Ustadz Ishak Akini salah seorang murid Syekh Abdul Halim Hasan. Kemudian dilanjutkan dengan Alm. KH. Zamachsyari di masa inilah berdiri sekolah Tinggi, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Ishlahiyah. Melihat perjuangan yang dilakukan Syekh H. Abdul Halim Hasan dalam membangun pendidikan dan kegigihannya dalam pergerakan baik sebelum dan sesudah kemerdekaan, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dan mendalam mengenai peran Syekh H. Abdul Halim Hasan dalam membangun pendidikan di Kota Binjai. Oleh karena itu, penelitian ini diberi judul “Peranan Syekh H. Abdul Halim Hasan dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Kota Binjai pada Tahun 1927-1969.”
Rumusan Masalah :
Berdasarkan gambaran permasalahan pada latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Bagaimana Peta Awal Perkembangan Sosial Ulama di Nusantara abad ke-19 s/d 20?
2) Bagaimana Biografi Syekh H. Abdul Halim Hasan?
3) Bagaimana Karya-karya Ilmiah Syekh H. Abdul Halim Hasan?
Tujuan Penelitian :
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kontribusi Syekh H. Abdul Halim Hasan Dalam Pengembangan Pendidikan Islam Di Kota Binjai Pada Tahun 1927 – 1969 yang telah diberikan . Sedangkan secara rinci, tujuan penelitian ini adalah:
1) Untuk mengetahui Peta Awal Perkembangan Sosial Ulama di Nusantara abad ke-19 s/d 20.
2) Untuk mengetahui Biografi Syekh H. Abdul Halim Hasan.
3) Untuk mengetahui Karya-karya Ilmiah Syekh H. Abdul Halim Hasan.
Penelitian yang Digunakan :
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini adalah penelitian studi tokoh dengan metode sejarah dan pendekatan sejarah sosial. Adapun tiga indikator yang akan dikaji yaitu; Pertama, integritas tokoh tersebut. Kedua, karya-karya monumental. Ketiga, kontribusi dalam bentuk pikiran.
4. Judul Penelitian : “Peranan Syekh Abdul Karim Amrullah Dalam Pendidikan Islam (Studi Tentang Transformasi Sistem Pendidikan Islam Di Sumatra Barat Tahun 1902-1932)”.
Nama Peneliti : Jalaludin Sulaiman
Lokasi Penelitian : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Pendahuluan :
Perkembangan pendidikan Islam di Sumatra Barat berkaitan erat dengan kedatangan Islam ke Minangkabau. Hal ini disebabkan karena pemeluk agama Islam yang baru ingin mempelajari dan mengetahui lebih mendalam tentang ajaran-ajaran Islam. Dari sinilah mulai timbul pendidikan Islam. Pada mulanya mereka belajar di rumah-rumah, surau, kemudian berkembang menjadi pendidikan madrasah.
Salah satu peran penting dalam pengembangan pendidikan Islam dimainkan oleh ulama. Salah satu ulama yang memiliki peran penting dalam pendidikan Islam di Sumatra Barat adalah Syekh Burhanuddin. Perjuangan Syekh Burhanuddin dilanjutkan oleh Syekh Abdul Karim Amrullah. Syekh Abdul Karim Amrullah juga adalah murid dari Syekh Ahmad Khatib ketika dia sedang menunaikan ibadah haji ke Mekah.
Peneliti tertarik dengan sejarah perkembangan Pendidikan Islam di daerah Padang Panjang, terutama tentang pemikiran-pemikiran Syekh Abdul Karim Amrullah mengenai pendidikan. Lebih lanjut peneliti ingin mengkaji peranan Syekh Abdul Karim Amrullah dalam mengembangkan pendidikan Islam karena dia salah satu ulama yang telah mempelopori transformasi sistem pendidikan surau menjadi madrasah.
Rumusan Masalah :
Berdasarkan latar belakang di atas,maka pokok permasalahannya adalah sebagai berikut:
Bagaimana kondisi pendidikan di Padang Panjang sebelum Syekh Abdul Karim Amrullah melakukan pembaharuan ?
Apa peranan dan pemikiran Syekh Abdul Karim Amrullah tentang pembaharuan pendidikan Islam di Padang Panjang ?
Bagaimana pengaruh kepeloporan Syekh Abdul Karim Amrullah dalam pendidikan Islam di Padang Panjang dari 1902-1932 ?
Tujuan Penelitian :
Adapun tujuan dari penelitian ini sebagai berikut :
Untuk mengetahui kondisi pendidikan di Padang Panjang sebelum Syekh Abdul Karim Amrullah melakukan pembaharuan ?
Untuk mengetahui peranan dan pemikiran Syekh Abdul Karim Amrullah tentang pembaharuan pendidikan Islam di Padang Panjang ?
Untuk mengetahui pengaruh kepeloporan Syekh Abdul Karim Amrullah dalam pendidikan Islam di Padang Panjang dari 1902-1932 ?
Penelitian yang digunakan :
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, melalui studi pustaka. Peneliti melakukan studi ini untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber khususnya tentang pemikiran Syekh Abdul Karim Amrullah dalam hal pendidikan Islam.
5. Judul Penelitian : “Kontribusi Pemikiran Ki Hajar Dewantara Pada Perkembangan Pendidikan Ips Di Indonesia”.
Nama Peneliti : Ari Muji Raharjo
Lokasi Penelitian : IAIN SYEKH NURJATICIREBON
Pendahuluan :
Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tanpa pendidikan seorang anak tidak akan dapat mencapai martabat kemanusiaan, tidak bisa menjadi pribadi yang baik dalam pergaulan dengan sesamanya, juga tidak dapat menjadi hamba Tuhan yang baik serta kurang memiliki keterampilan hidup.
IPS merupakan kajian yang menunjuk pada keterpaduan dari pembelajaran ilmu-ilmu sosial. Jadi sifat keterpaduan ini menjadi ciri pokok mata kajian yang disebut IPS. Oleh karena itu menegaskan bahwa IPS adalah studi integratif tentang kehidupan manusia dalam berbagai dimensi ruang dan waktu dengan segala aktivitasnya (S. Hamid Hasan, 2010: 1).
Ketika membahas mengenai sejarah pendidikan di Indonesia terbesit dalam pemikiran penulis mengenai tokoh pendidikan Indonesia yang sangat berjasa sebagai peletak dasar pendidikan Indonesia sekaligus juga sebagai Bapak Pendidikan Indonesia yaitu Ki hajar Dewantara yang juga menekankan pendidikan karakter terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia.
Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- tingginya.Pendidikan yang menjadi cita-cita Ki Hajar Dewantara adalah membentuk anak didik menjadi manusia yang merdeka lahir dan batin. Luhur akal budinya serta sehat jasmaninya untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bertanggungjawab atas kesejahteraan bangsa, tanah air serta manusia pada umumnya (Putri, 2012 : 3 ). Oleh karena itu, maka penulis tertarik untuk mengambil judul “Kontribusi Pemikiran Ki Hajar Dewantara Pada Perkembangan Pendidikan Ips Di Indonesia”.
Rumusan Masalah :
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat ditarik permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
1) Bagaimana biografi Ki Hajar Dewantara ?
2) Bagaimana pokok-pokok pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam dunia pendidikan ?
3) Bagaimana kontribusi pemikiran Ki Hajar Dewantara pada perkembangan pendidikan IPS di Indonesia ?
Tujuan Penelitian :
Adapun tujuan penelitian ini sebagai berikut :
1) Mendeskripsikan biography Ki Hajar Dewantara
2) Mendeskripsikan pokok-pokok pemikiran Ki Hajar Dewantara
3) Mendeskripsikan kontribusi pemikiran Ki Hajar Dewantara pada
perkembangan pendidikan IPS di Indonesia
Penelitian yang Digunakan :
Penelitian ini merupakan library research dengan bentuk deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif.
KESIMPULAN
Dari lima ulasan skripsi yang dilakukan terkait tema penelitian yang akan dibuat, saya tertarik untuk melakukan penelitian berjudul “Sudut Pandang Masyarakat Terhadap Budaya Tahlilan Di Desa Seruat Satu Kecamatan Teluk Pakedai”.
Pendahuluan :
Penyebaran agama Islam khususnya di Indonesia kurang lebih sama dengan penyebaran agama Hindu-Buddha sebelumnya yakni di bawa oleh pedagang-pedagang dari Arab, Persia dan Gujarat yang umumnya beragama Islam karena pada saat itu Indonesia telah menjadi salah satu jalur perdagangan sejak zaman Hindu-Buddha berkembang dan karena wilayah Indonesia yang letaknya sangat strategis dan mudah untuk di singgahi oleh para pedagang dari luar Indonesia. Para pedagang yang singgah kemudian melakukan kegiatan perdagangan dengan waktu yang cukup lama untuk
menunggu datangnya angin musim. Pada saat menunggu pergantian musim inilah terjadi pembauran antar pedagang dari berbagai bangsa serta antara pedagang dan penduduk setempat. Terjadilah kegiatan saling memperkenalkan adat istiadat, budaya bahkan agama. Bukan hanya melakukan perdagangan bahkan terjadi juga asimilasi melalui perkawinan (Musyrifah Sunanto, 2005 : 8).
Perkembangan pendidikan islam pada awal abad ke-20 merupakan bagian dari gerakan pembaharuan di Indonesia yang memiliki kontak cukup intensif dengan pergerakan pembaharuan di timur era modern. Apabila kita mengkaji sejarah para ‘alim ulama di Indonesia pada umumnya dan yang
ada di propinsi kailmantan Barat pada khususnya, maka di tengah-tengah masyarakat muslim, kita akan menemukan beberapa nama yang sampai saat ini masih harum dan terhormat.Di antara nama-nama tersebut tersebut adalah maharaja Imam Basuni Imran, Syeikh Khatib Al Sambasi, Guru H.
Ismail Mundu, dan lain-lain. Penghormatan tersebut di peroleh karena mereka memiliki kepribadian yang mulia dan keilmuan yang tinggi, khususnya di bidang agama islam.
Guru H. Ismail Mundu berasal dari keturunan Raja Sawito, Sulawesi selatan. Kerajaan pertama yang berdiri di Sulawesi selatan pada abad ke-14 adalah kerajaan luwu yang sebelumnya bernama kerajaan “Ussu” yang diperintah oleh dinasti Tamanung Simpur Siang sekitar abad ke XVI.Sebab
saat itu terkenal salah seorang raja yang giat menyebarkan agama islam, beliau adalah Sultan Ba’abullah dari ternate. Tepatnya pada tahun 1580 beliau berkunjung ke Makassar kemudian membuat satu perjanjian dengan raja Gowa ke XII yang bernama Monggarai Daeng Mameto alias Karaeng Tunijalla. Dalam perjanjian tersebut sultan Ba’abullah menyerahkan pulau selayar kepada kerajaan Gowa sebagai imbalan adanya jaminan kebebasan dalam menyiarkan agama islam. Di kerajaan Gowa. Islam menjadi agama resmi sejak pemerintahan I Manggarai Daeng Manrabia yang bergelar Sultan Alauddin. Sebelum Mangkubumi Malingkang daeng Mansyari juga memeluk agama islam dengan gelar Sultan Abdullah awalul islam. Beliau di angkat sebagai mangkubumi kerajaan gowa, sebab ketika di nobatkan sebagai raja gowa , sultan Alauddin masih berusia Tujuh tahun. Menurut Ustad H.Riva’i bin H.Abbas dari kerajaan islam tersebut lahirlah raja sawito yang merupakan nenek moyang dari guru H. Ismail Mundu.
Berkat rahmat Allah SWT yang menghadirkan Guru H. Ismail mundu di teluk pakedai sedikit demi sedikit membaik , sehingga masyarakat dapat kembali pada jalan yang lurus dan meninggalkan kejahilan yang mana pada saat itu melanda masyarakat. Keberhasilan Guru H. Ismail Mundu dalam
menuntaskan masyarakat kubu dari kejahilan mendapat simpati dari raja kubu, sehingga pada tahun 1907 M/ 1326 H guru H. Ismail mundu mendapat kepercayaan dari pemerintah kerajaan kubu untuk memegang jabatan mufti kerajaan kubu. Dengan jabatan tersebut, maka beliau menjadi tumpuan untuk bertanya tentang masalah-masalah agama yang datang dari berbagai kalangan kerajaan maupun masyarakat luas. Semua permasalahan yangdi ajukan kepada beliau, di selesaikan secara bijaksana dan membeikan nasehat yang baik (mauidzah hasanah), Atas segala kemanpuan dan kharisma serta besarnya pengaruh yang dimiliki oleh H. Ismail Mundu maka pada tanggal 31 Agustus 1930 M/1349 H beliau mendapatkan penghargaan dari pemerintahan belanda berupa bintang jasa dan honorium dari ratu wihelmina (Riva’I 2006:16).
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah di dalam penelitian ini sebagai berikut :
Bagaimana kondisi pendidikan Islam di teluk pakedai sebelum H.ismail Mundu melakukan pembaharuan ?
Apa peranan dan pemikiran H.ismail Mundu tentang pembaharuan pendidikan Islam di Teluk Pakedai ?
Bagaimana pengaruh kepeloporan H.Ismail Mundu dalam Sejarah pendidikan Islam di Teluk Pakedai ?
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis "peran H. Ismail Mundu dalam perkembangan sejarah pendidikan islam di teluk pakedai. Tujuan khusus meliputi :
Untuk mengetahui bagaimana kondisi pendidikan Islam di teluk pakedai sebelum H.ismail Mundu melakukan pembaharuan ?
Untuk mengetahui apa peranan dan pemikiran H.ismail Mundu tentang pembaharuan pendidikan Islam di Teluk Pakedai ?
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh kepeloporan H.Ismail Mundu dalam Sejarah pendidikan Islam di Teluk Pakedai ?
Penelitian yang digunakan :
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian ini adalah kualitatif dimana jenis penelitian kualitatif adalah mengumpulkan data melalui observasi prilaku dokumentasi/wawancara yang dilakukan secara individu

Mantap bro
BalasHapus