Kamis, 25 Maret 2021

PPPK BAGI GURU HONORER SEGERA DIBUKA

Pemerintah telah membuka kuota hingga satu juta guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) bagi guru honorer segala usia. 

Mendikbud mengatakan pembukaan seleksi PPPK ini merupakan upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah kekurangan guru, dan kesejahteraan guru honorer di berbagai daerah.




“Kita berikan kesempatan yang adil dan demokratis bagi semua guru honorer untuk bisa menjadi PPPK. Guru honorer tidak lagi harus antre menjadi PPPK dan tidak ada batasan usia untuk ikut seleksi,” ujar Mendikbud saat berdiskusi dengan warga sekolah di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kabupaten Sorong.

Menurut Mendikbud, PPPK dan PNS statusnya sama-sama aparatur sipil negara (ASN) berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014. “Gaji dan tunjangan PPPK sama dengan PNS. Uang yang diterima tiap bulan itu akan sama, semoga tidak lagi ada mispersepsi,” tegas Mendikbud.

Untuk menjaga kualitas guru, Mendikbud menggarisbawahi bahwa PPPK tetap harus melalui proses seleksi, bukan berdasarkan rekomendasi maupun pertimbangan lama mengajar. “Undang-Undang tidak memperbolehkan kita mengangkat PPPK dan PNS tanpa seleksi,” kata Mendikbud.

Bagi guru honorer yang belum dinyatakan lulus seleksi tahun ini, Mendikbud meminta untuk tidak berkecil hati. Guru diberikan kesempatan mengikuti tes PPPK ini sampai tiga kali, bahkan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan akan mempersiapkan materi-materi pembelajaran sehingga para guru dapat belajar secara mandiri.


“Kalau tahun ini belum lolos seleksi, bisa mencoba sampai dengan tiga kali,” terang Mendikbud. Mendikbud menyebut masih banyak pemerintah daerah (pemda) yang belum mengajukan formasi guru PPPK.  “Masih banyak sekali dinas-dinas yang belum mengajukan formasi. Saya mengimbau agar jangan ragu mengajukan formasi. Anggaran seleksi dan gaji sudah disediakan pemerintah pusat. Bukan diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” kata Mendikbud sembari mengingatkan bahwa pemerintah daerah sendiri yang tahu akan kebutuhan formasi gurunya. 

Terkait penerimaan, lanjut Mendikbud, pemerintah hanya akan mengangkat guru honorer apabila lolos seleksi PPPK. “Kita buka sampai satu juta. Tapi kalau yang lolos seleksi cuma 100.000, ya 100.000 saja yang kita angkat menjadi PPPK. Tidak akan ada kompromi untuk kualitas pendidikan bagi anak-anak kita,” tandas Nadiem.


Upaya Pemerataan Pendidikan Melalui Dana BOS

Pada kesempatan yang sama, Mendikbud juga mengungkapkan, mulai tahun 2021 besaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler antar daerah tidak lagi sama. Dana BOS nantinya akan menyesuaikan sejumlah faktor penentu yang sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.


Mendikbud menjelaskan, “Penyesuaian besaran dana BOS reguler dilakukan demi mendukung percepatan pendidikan di sekolah-sekolah yang berada di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).”


Lebih lanjut, Mendikbud menjelaskan bahwa dana BOS dihitung berdasarkan jumlah siswa dikalikan satuan biaya yang ditetapkan Kemendikbud. Namun ada pengecualian bagi sekolah di daerah 3T. “Bagi sekolah di daerah 3T, meskipun siswanya kurang dari 60 orang, jumlah siswa tetap dihitung 60 orang,” kata Mendikbud.


Dengan menggunakan regulasi baru tersebut, lanjut Mendikbud, Kabupaten Sorong dipastikan bakal mendapatkan kenaikan dana BOS Reguler lebih dari 30 persen. “Dana BOS Reguler di daerah 3T akan lebih besar dari daerah lain. Paling tinggi, ada yang mendapat tiga kali dari yang didapatkan pada tahun 2020. Kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya pemerataan pendidikan,” ujar Mendikbud. Kabupaten Intan Jaya di Provinsi Papua misalnya, akan menerima kenaikan tiga kali dari yang didapatkan pada tahun lalu.

Mendikbud melanjutkan, kebijakan penyesuaian besaran dana BOS merupakan lanjutan transformasi pembiayaan pendidikan yang dilakukan oleh Kemendikbud dan menjadi prioritas kerja pada 2021.


Sumber: gtk.kemendikbud.go.id

Kamis, 18 Juni 2020

MENGENAL SIGAJANG LALENG LIPA, DALAM TRADISI SUKU BUGIS

Bagi masyarakat Bugis, harga diri adalah hal paling penting dari sebuah keluarga. Kalau sampai hal ini diinjak, kedua belah pihak akan mulai mengadakan musyawarah untuk menyelesikannya. Sayangnya, tidak semua musyawarah yang dilakukan akan menghasilkan kata mufakat. Musyawarah kerap berakhir dengan kebuntuan hingga Sijagang Laleng Lipa.



Sigajang Laleng Lipa dilakukan sebagai jalan terakhir setelah mufakat tidak juga datang. Dengan melakukan ini, kedua belah pihak tidak akan ada dendam lagi. Apa pun yang terjadi pada ritual ini, kedua belah pihak harus sama-sama lapang dada. Tidak ada lagi perseteruan lagi yang menyebabkan keributan d mana-mana.

Jalannya Ritual Sigajang Laleng Lipa
Ritual Sijagang Laleng Lipa tidak dilakukan begitu saja tanpa adanya sebuah ritual dan kesepakatan antara dua belah pihak. Setiap keluarga yang saling berseteru akan memilih satu pria terbaiknya. Pria-pria ini adalah jagoan dari keluarga yang akan mengerahkan semua kekuatannya tanpa berniat untuk menyerah.

Kedua petarung ini akan diberi senjata berupa badik yang memiliki ukuran tertentu. Badik ini adalah warisan keluarga yang sebelumnya telah diberi japa mantera. Menggunakan badik keluarga ini, petarung dalam Sijagang Laleng Lipa akan berusaha sekuat tenaga memenangkan pertarungan dengan dukungan dari keluarga dan juga leluhur.
Nilai Sosial dan Budaya dalam Sijagang Laleng Lipa
Kalau dilihat sekilas Sijagang Laleng Lipa adalah ritual pertarungan yang cukup mematikan. Namun, kalau dilihat dengan lebih teliti, ritual ini memiliki makna yang dalam terutama masalah musyawarah dan mufakat. Ritual ini mengajarkan kita agar jangan terus menggunakan ego dalam banyak hal kalau tidak ingin ada korban jiwa.

Saat ini ritual yang berbahaya namun syarat makna ini sudah jarang dilakukan oleh banyak orang. Namun, untuk melestarikannya agar tidak hilang dimakan zaman, pementasan kerap dilakukan dengan atraksi-atraksi yang menarik. Dalam atraksi Sijagang Laleng Lipa, Bissu berperan besar dalam memberi mantera sebelum pertarungan dilakukan.

Selasa, 19 Mei 2020

BACA LIMA ULASAN SKRIPSI, AUTO WISUDA


Nama : Jamalludin
Nim : 11711115
Kelas/Semester : D/6

5 ULASAN SKRIPSI




1.  Judul Penelitian :  “Peran K.H.M. Sanusi Dalam Mengembangkan Pendidikan Islam Di Pesantren Assanusi”
Nama Peneliti : Muhammad Hasan Hanabi
Lokasi Penelitian : IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Pendahuluan :
 Manusia dengan pendidikan sebenarnya bisa di telusuri dari awal penciptaan manusia yaitu Nabi Adam as. Dimana kemampuan dan pengetahuan Adam bersumber dari Allah Swt. Dibekali dengan potensi pendengaran pengelihatan hati dan otak untuk berfikir. Sehingga itu mengindikasikan bahwa manusia adalah mahluk yang mampu mengembangkan segala bentuk potensi yang ada. Dalam tahap pengembangan potensi manusia membutuhkan intervensi dari luar, yakni pendidikan. Itu juga menunjukan bahwa manusia adalah mahluk yang berpotensi untuk di didik. Dengan aktivitas pendidikan manusia dapat dikembangkan menjadi mahluk yang berperadaban.
Sebagaimana telah diuraikan diatas dalam lintasan sejarah pendidikan Indonesia menghadapi berbagai dinamikanya. Pesantren memiliki peranan yang besar dalam membangun masyarakat berbudaya dan berkeadaban. Peranya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kultural masyarakat Indonesia, sebagaimana Haidari memberikan pandangan terhadap pesantren bahwa peran pesantren menemukan momentumnya terutama dalam menjawab tantangan zaman atau proses modernisasi yang terus berlangsung. Dualisme pendidikan yang dipandang Oleh para Ahli memposisikan pesantren menjadi poros tersendiri yang secara tidak langsung menjadi kekuatan tersendiri, dan selalu menarik untuk di bicarakan dan diteliti. Berdasarkan hal itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian ilmiah terhadap K.H.M. Sanusi, oleh karena itu penulis menulis sebuah karya ilmiah yang berjudul “Peran K.H.M. Sanusi Dalam Mengembangkan Pendidikan Islam di Pesantren Assanusi”.

Masalah Penelitian :
Upaya yang dilakukan K.H.M. Sanusi dalam membentuk santri yang sesuai dengan keislaman.
Karya apa saja yang dapat K.H.M. Sanusi lahirkan.
Masyarakat luas banyak yang belum mengenal sosok K.H.M. Sanusi.
Kontribusi K.H.M. Sanusidalam pengembangan pendiidkan Islam di pesantren assanusi hususnya dan masyarakat cirebon pada umumnya.
Ide dan gagasan K.H.M. Sanusi dalam mengembangkan pendidikan Islam di lingkungan pesantren.

Tujuan Penelitian :
Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang Peran K.H.M. Sanusi Dalam Mengembangkan Pendidikan Islam Di Pesantren Assanusi. Sementara tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
Upaya yang dilakukan K.H.M. Sanusi dalam membentuk santri yang sesuai dengan keislaman.
Karya apa saja yang dapat K.H.M. Sanusi lahirkan.
Masyarakat luas banyak yang belum mengenal sosok K.H.M. Sanusi.
Kontribusi K.H.M. Sanusidalam pengembangan pendiidkan Islam di pesantren assanusi hususnya dan masyarakat cirebon pada umumnya.
Ide dan gagasan K.H.M. Sanusi dalam mengembangkan pendidikan Islam di lingkungan pesantren.

Penelitian yang Digunakan :
Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, data diperoleh dari buku tanwir Al-Qulub dan wawancara dengan KH Ali Munir kemudian data dipilah dan dipilih berdasarkan yang berkaitan dengan KH. M. Sanusi dan pesantren, tehnik penulisan berdasarkan buku pedoman akademik.

2. Judul Penelitian : “Peranan Syeikh Abdurrahman Shiddiq Dalam Penyebaran Agama Islam Di Indragiri Hilir”.
Nama Penelitian   : Andres Pransiska
Lokasi Penelitian : Universitas Riau
Pendahuluan         :
Masuknya Agama Islam ke Indonesia merupakan suatu proses yang sangat penting dalam sejarah Indonesia. Menurut beberapa ahli sejarah pembawa Agama Islam ke Indonesia adalah golongan pedagang. Pada umunya proses islamisasi di Indonesia ada dua. Pertama, penduduk pribumi berhubungan dengan Agama Islam dan kemudian menganutnya. Kedua, orang-orang Asia (Arab, India, Cina, dan lain-lain) yang telah memeluk Islam bertempat tinggal secara permanen di suatu wilayah Indonesia, melakukan perkawinan campuran dan mengikuti gaya hidup lokal kemudian menjadi anggota kelompok masyarakat yang ditinggali tersebut. Petunjuk yang paling dapat dipercaya mengenai penyebaran agam Islam berupa prasasti-prasasti Islam (kebanyakan batu-batu nisan) dan beberapa catatan musafir. (Ricklefs,1994:1).
Dalam perkembangan studi-studi islam di Indonesia, terdapat kecendrungan yang kuat bahwa dikotomi Islam tradisional-modern digunakan sebagai alat analisis. Tidak jarang, kajian islam tradisional cenderung dikesampingkan atau paling tidak, kurang mendapat perhatian yang proposional. Padahal dalam kenyataan, meskipun tidak ditemui data statistiknya, jumlah penganut Islam tradisonal di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah penganut Islam Modern. Ironisnya lagi, penelitian tentang Islam tradisional seringkali menggunakan perspektif dan standar ukuran Islam Modern sehinga melahirkan kekeliruan dan kesalah pahaman mengenai Islam tradisonal itu sendiri. Inilah yang disebut Woodward sebagai bentuk pengunaan pendekatan teologis dalam kajian Historis atau sosiologis.

Rumusan Masalah :
1)   Bagaimana Biografi Syeikh Abdurrahman Shiddiq?
2)   Bagaimana Masa Perjuangan Syeikh Abdurrahman Shiddiq Dalam Penyebaran Agama Islam Di Indragiri Hilir?
3)   Bagaimana Konsep Pemikiran Keagamaan Syeikh Abdurrahman Shiddiq Dalam Penyebaran Agama Islam Di Indragiri Hilir?

Tujuan Penelitian :
            Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis “Peranan Syeikh Abdurrahman Shiddiq Dalam Penyebaran Agama Islam Di Indragiri Hilir”. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1)   Bagaimana Biografi Syeikh Abdurrahman Shiddiq?
2)   Bagaimana Masa Perjuangan Syeikh Abdurrahman Shiddiq Dalam Penyebaran Agama Islam Di Indragiri Hilir?
3)   Bagaimana Konsep Pemikiran Keagamaan Syeikh Abdurrahman Shiddiq Dalam Penyebaran Agama Islam Di Indragiri Hilir?

Penelitian yang Digunakan :
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jadi, Penelitian ini yang dijadikan sasaran adalah masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir yang mengetahui bagaimana proses perkembangan Agama Islam dan peranan Syeikh Abdurahman Shiddiq dalam menyebarkan Agama Islam di Indragiri Hilir..

3.  Judul Penelitian    : “Peranan Syekh H. Abdul Halim Hasan Dalam Pengembangan Pendidikan Islam Di Kota Binjai Pada Tahun 1927 – 1969”.
Nama Peneliti       : Muhammad Alpan Daulay
Lokasi Penelitian : UIN Sumatera Utara
Pendahuluan        :
Pendidikan Islam di Indonesia sudah berlangsung sejak masuknya Islam ke Indonesia. Pada tahap awal pendidikan Islam dimulai dari kontak-kontak pribadi maupun kolektif antara mubalig (pendidik) dengan peserta didiknya. Pada tahap awal pendidikan Islam itu berlangsung secara informal. Paramubalig banyak memberikan contoh teladan dalam sikap hidup mereka sehari-hari. Paramubalig itu menunjukkan akhlakul karimah, sehingga masyarakat yang didatangi menjadi tertarik untuk memeluk agama Islam dan mencontoh perilaku mereka.
Oleh sebab itu, pendidikan Islam sebagai bentukfollow up penyebaran ajaran Islam sangatlah bergantung kepada ulama yang bersangkutan. Misalnya, tokoh pendidikan agama Islam yang berada di kerajaan Aceh adalah Hamzah Fansuri. Ia merupakan seorang pujangga dan guru agama yang terkenal dengan ajaran tasawuf yang beraliran wujudiyah. Di antara karya-karya Hamzah Fansuri (w. 1590) adalah Asrár Al-Aufîn, Syarâb Al-Âsyikîn, dan Zuiát Al-Nuwâhidin. Sebagai seorang pujangga ia menghasilkan karya-karya, Syair si burung pungguk, syair perahu.
Mengenai penabalan dan perubahan nama Syeikh H. Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah menjadi nama tetap di Sekolah Tinggi Agama Islam, khususnya di kota Binjai seperti yang sudah dipaparkan di atas bahwasanya beliau adalah merupakan salah satu perintis berdirinya madrasah Al-Ishlahiyah sejak tahun 1920 yang saat itu bernama madrasah Jam’iyatul Khairiyah kemudian berubah nama menjadi Madrasah Arabiyah School dan berikutnya berubah lagi namanya menjadi Madrasah Al-Ishlahiyah yang menyelenggarakan Pendidikan Agama (PGA) di bawah kepemimpinan Alm. Ustadz Ishak Akini salah seorang murid Syekh Abdul Halim Hasan. Kemudian dilanjutkan dengan Alm. KH. Zamachsyari di masa inilah berdiri sekolah Tinggi, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Ishlahiyah. Melihat perjuangan yang dilakukan Syekh H. Abdul Halim Hasan dalam membangun pendidikan dan kegigihannya dalam pergerakan baik sebelum dan sesudah kemerdekaan, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dan mendalam mengenai peran Syekh H. Abdul Halim Hasan dalam membangun pendidikan di Kota Binjai. Oleh karena itu, penelitian ini diberi judul “Peranan Syekh H. Abdul Halim Hasan dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Kota Binjai pada Tahun 1927-1969.”

Rumusan Masalah :
Berdasarkan gambaran permasalahan pada latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1)   Bagaimana Peta Awal Perkembangan Sosial Ulama di Nusantara abad ke-19 s/d 20?
2)   Bagaimana Biografi Syekh H. Abdul Halim Hasan?
3)   Bagaimana Karya-karya Ilmiah Syekh H. Abdul Halim Hasan?

Tujuan Penelitian :
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kontribusi Syekh H. Abdul Halim Hasan Dalam Pengembangan Pendidikan Islam Di Kota Binjai Pada Tahun 1927 – 1969 yang telah diberikan . Sedangkan secara rinci, tujuan penelitian ini adalah:
1)   Untuk mengetahui Peta Awal Perkembangan Sosial Ulama di Nusantara abad ke-19 s/d 20.
2)   Untuk mengetahui Biografi Syekh H. Abdul Halim Hasan.
3)   Untuk mengetahui Karya-karya Ilmiah Syekh H. Abdul Halim Hasan.

Penelitian yang Digunakan :
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini adalah penelitian studi tokoh dengan metode sejarah dan pendekatan sejarah sosial. Adapun tiga indikator yang akan dikaji yaitu; Pertama, integritas tokoh tersebut. Kedua, karya-karya monumental. Ketiga, kontribusi dalam bentuk pikiran.

4.  Judul Penelitian    : “Peranan Syekh Abdul Karim Amrullah Dalam Pendidikan Islam (Studi Tentang Transformasi Sistem Pendidikan Islam Di Sumatra Barat Tahun 1902-1932)”.
Nama Peneliti        : Jalaludin Sulaiman
Lokasi Penelitian  : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Pendahuluan         :
Perkembangan pendidikan Islam di Sumatra Barat berkaitan erat dengan kedatangan Islam ke Minangkabau. Hal ini disebabkan karena pemeluk agama Islam yang baru ingin mempelajari dan mengetahui lebih mendalam tentang ajaran-ajaran Islam. Dari sinilah mulai timbul pendidikan Islam. Pada mulanya mereka belajar di rumah-rumah, surau, kemudian berkembang menjadi pendidikan madrasah.
Salah satu peran penting dalam pengembangan pendidikan Islam dimainkan oleh ulama. Salah satu ulama yang memiliki peran penting dalam pendidikan Islam di Sumatra Barat adalah Syekh Burhanuddin. Perjuangan Syekh Burhanuddin dilanjutkan oleh Syekh Abdul Karim Amrullah. Syekh Abdul Karim Amrullah juga adalah murid dari Syekh Ahmad Khatib ketika dia sedang menunaikan ibadah haji ke Mekah.
Peneliti tertarik dengan sejarah perkembangan Pendidikan Islam di daerah Padang Panjang, terutama tentang pemikiran-pemikiran Syekh Abdul Karim Amrullah mengenai pendidikan. Lebih lanjut peneliti ingin mengkaji peranan Syekh Abdul Karim Amrullah dalam mengembangkan pendidikan Islam karena dia salah satu ulama yang telah mempelopori transformasi sistem pendidikan surau menjadi madrasah.

Rumusan Masalah :
Berdasarkan latar belakang di atas,maka pokok permasalahannya adalah sebagai berikut:
Bagaimana kondisi pendidikan di Padang Panjang sebelum Syekh Abdul Karim Amrullah melakukan pembaharuan ?
Apa peranan dan pemikiran Syekh Abdul Karim Amrullah tentang pembaharuan pendidikan Islam di Padang Panjang ?
Bagaimana pengaruh kepeloporan Syekh Abdul Karim Amrullah dalam pendidikan Islam di Padang Panjang dari 1902-1932 ?
Tujuan Penelitian :
Adapun tujuan dari penelitian ini sebagai berikut :
Untuk mengetahui kondisi pendidikan di Padang Panjang sebelum Syekh Abdul Karim Amrullah melakukan pembaharuan ?
Untuk mengetahui peranan dan pemikiran Syekh Abdul Karim Amrullah tentang pembaharuan pendidikan Islam di Padang Panjang ?
Untuk mengetahui pengaruh kepeloporan Syekh Abdul Karim Amrullah dalam pendidikan Islam di Padang Panjang dari 1902-1932 ?

Penelitian yang digunakan :
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, melalui studi pustaka. Peneliti melakukan studi ini untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber khususnya tentang pemikiran Syekh Abdul Karim Amrullah dalam hal pendidikan Islam.

5.  Judul Penelitian : “Kontribusi Pemikiran Ki Hajar Dewantara Pada Perkembangan Pendidikan Ips Di Indonesia”.
Nama Peneliti        : Ari Muji Raharjo
Lokasi Penelitian  : IAIN SYEKH NURJATICIREBON
Pendahuluan         :
Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tanpa pendidikan seorang anak tidak akan dapat mencapai martabat kemanusiaan, tidak bisa menjadi pribadi yang baik dalam pergaulan dengan sesamanya, juga tidak dapat menjadi hamba Tuhan yang baik serta kurang memiliki keterampilan hidup.
IPS merupakan kajian yang menunjuk pada keterpaduan dari pembelajaran ilmu-ilmu sosial. Jadi sifat keterpaduan ini menjadi ciri pokok mata kajian yang disebut IPS. Oleh karena itu menegaskan bahwa IPS adalah studi integratif tentang kehidupan manusia dalam berbagai dimensi ruang dan waktu dengan segala aktivitasnya (S. Hamid Hasan, 2010: 1).
Ketika membahas mengenai sejarah pendidikan di Indonesia terbesit dalam pemikiran penulis mengenai tokoh pendidikan Indonesia yang sangat berjasa sebagai peletak dasar pendidikan Indonesia sekaligus juga sebagai Bapak Pendidikan Indonesia yaitu Ki hajar Dewantara yang juga menekankan pendidikan karakter terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia.
Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- tingginya.Pendidikan yang menjadi cita-cita Ki Hajar Dewantara adalah membentuk anak didik menjadi manusia yang merdeka lahir dan batin. Luhur akal budinya serta sehat jasmaninya untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bertanggungjawab atas kesejahteraan bangsa, tanah air serta manusia pada umumnya (Putri, 2012 : 3 ). Oleh karena itu, maka penulis tertarik untuk mengambil judul “Kontribusi Pemikiran Ki Hajar Dewantara Pada Perkembangan Pendidikan Ips Di Indonesia”.

Rumusan Masalah :
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat ditarik permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
1)   Bagaimana biografi Ki Hajar Dewantara ?
2)   Bagaimana pokok-pokok pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam dunia pendidikan ?
3)   Bagaimana kontribusi pemikiran Ki Hajar Dewantara pada perkembangan pendidikan IPS di Indonesia ?

Tujuan Penelitian :
Adapun tujuan penelitian ini sebagai berikut :
1)   Mendeskripsikan biography Ki Hajar Dewantara
2)   Mendeskripsikan pokok-pokok pemikiran Ki Hajar Dewantara
3)   Mendeskripsikan kontribusi pemikiran Ki Hajar Dewantara pada
perkembangan pendidikan IPS di Indonesia

Penelitian yang Digunakan :
Penelitian ini merupakan library research dengan bentuk deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif.


KESIMPULAN

Dari lima ulasan skripsi yang dilakukan terkait tema penelitian yang akan dibuat, saya tertarik untuk melakukan penelitian berjudul  “Sudut Pandang Masyarakat Terhadap Budaya Tahlilan Di Desa Seruat  Satu Kecamatan Teluk Pakedai”.
Pendahuluan :
Penyebaran agama Islam khususnya di Indonesia kurang lebih sama dengan penyebaran agama Hindu-Buddha sebelumnya yakni di bawa oleh pedagang-pedagang dari Arab, Persia dan Gujarat yang umumnya beragama Islam karena pada saat itu Indonesia telah menjadi salah satu jalur perdagangan sejak zaman Hindu-Buddha berkembang dan karena wilayah Indonesia yang letaknya sangat strategis dan mudah untuk di singgahi oleh para pedagang dari luar Indonesia. Para pedagang yang singgah kemudian melakukan kegiatan perdagangan dengan waktu yang cukup lama untuk
menunggu datangnya angin musim. Pada saat menunggu pergantian musim inilah terjadi pembauran antar pedagang dari berbagai bangsa serta antara pedagang dan penduduk setempat. Terjadilah kegiatan saling memperkenalkan adat istiadat, budaya bahkan agama. Bukan hanya melakukan perdagangan bahkan terjadi juga asimilasi melalui perkawinan (Musyrifah Sunanto, 2005 : 8).
Perkembangan pendidikan islam pada awal abad ke-20 merupakan bagian dari gerakan pembaharuan di Indonesia yang memiliki kontak cukup intensif dengan pergerakan pembaharuan di timur era modern. Apabila kita mengkaji sejarah para ‘alim ulama di Indonesia pada umumnya dan yang
ada di propinsi kailmantan Barat pada khususnya, maka di tengah-tengah masyarakat muslim, kita akan menemukan beberapa nama yang sampai saat ini masih harum dan terhormat.Di antara nama-nama tersebut tersebut adalah maharaja Imam Basuni Imran, Syeikh Khatib Al Sambasi, Guru H.
Ismail Mundu, dan lain-lain. Penghormatan tersebut di peroleh karena mereka memiliki kepribadian yang mulia dan keilmuan yang tinggi, khususnya di bidang agama islam.

Guru H. Ismail Mundu berasal dari keturunan Raja Sawito, Sulawesi selatan. Kerajaan pertama yang berdiri di Sulawesi selatan pada abad ke-14 adalah kerajaan luwu yang sebelumnya bernama kerajaan “Ussu” yang diperintah oleh dinasti Tamanung Simpur Siang sekitar abad ke XVI.Sebab
saat itu terkenal salah seorang raja yang giat menyebarkan agama islam, beliau adalah Sultan Ba’abullah dari ternate. Tepatnya pada tahun 1580 beliau berkunjung ke Makassar kemudian membuat satu perjanjian dengan raja Gowa ke XII yang bernama Monggarai Daeng Mameto alias Karaeng Tunijalla. Dalam perjanjian tersebut sultan Ba’abullah menyerahkan pulau selayar kepada kerajaan Gowa sebagai imbalan adanya jaminan kebebasan dalam menyiarkan agama islam. Di kerajaan Gowa. Islam menjadi agama resmi sejak pemerintahan I Manggarai Daeng Manrabia yang bergelar Sultan Alauddin. Sebelum Mangkubumi Malingkang daeng Mansyari juga memeluk agama islam dengan gelar Sultan Abdullah awalul islam. Beliau di angkat sebagai mangkubumi kerajaan gowa, sebab ketika di nobatkan sebagai raja gowa , sultan Alauddin masih berusia Tujuh tahun. Menurut Ustad H.Riva’i bin H.Abbas dari kerajaan islam tersebut lahirlah raja sawito yang merupakan nenek moyang dari guru H. Ismail Mundu.

Berkat rahmat Allah SWT yang menghadirkan Guru H. Ismail mundu di teluk pakedai sedikit demi sedikit membaik , sehingga masyarakat dapat kembali pada jalan yang lurus dan meninggalkan kejahilan yang mana pada saat itu melanda masyarakat. Keberhasilan Guru H. Ismail Mundu dalam
menuntaskan masyarakat kubu dari kejahilan mendapat simpati dari raja kubu, sehingga pada tahun 1907 M/ 1326 H guru H. Ismail mundu mendapat kepercayaan dari pemerintah kerajaan kubu untuk memegang jabatan mufti kerajaan kubu. Dengan jabatan tersebut, maka beliau menjadi tumpuan untuk bertanya tentang masalah-masalah agama yang datang dari berbagai kalangan kerajaan maupun masyarakat luas. Semua permasalahan yangdi ajukan kepada beliau, di selesaikan secara bijaksana dan membeikan nasehat yang baik (mauidzah hasanah), Atas segala kemanpuan dan kharisma serta besarnya pengaruh yang dimiliki oleh H. Ismail Mundu maka pada tanggal 31 Agustus 1930 M/1349 H beliau mendapatkan penghargaan dari pemerintahan belanda berupa bintang jasa dan honorium dari ratu wihelmina (Riva’I 2006:16).

Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah di dalam penelitian ini sebagai berikut :
Bagaimana kondisi pendidikan Islam di teluk pakedai sebelum H.ismail Mundu melakukan pembaharuan ? 
Apa peranan dan pemikiran H.ismail Mundu tentang pembaharuan pendidikan Islam di Teluk Pakedai ? 
Bagaimana pengaruh kepeloporan H.Ismail Mundu dalam Sejarah pendidikan Islam di Teluk Pakedai ?

Tujuan Penelitian
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis "peran H. Ismail Mundu dalam perkembangan sejarah pendidikan islam di teluk pakedai. Tujuan khusus meliputi :
Untuk mengetahui bagaimana kondisi pendidikan Islam di teluk pakedai sebelum H.ismail Mundu melakukan pembaharuan ? 
Untuk mengetahui apa peranan dan pemikiran H.ismail Mundu tentang pembaharuan pendidikan Islam di Teluk Pakedai ? 
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh kepeloporan H.Ismail Mundu dalam Sejarah pendidikan Islam di Teluk Pakedai ?

Penelitian yang digunakan :
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian ini adalah kualitatif dimana jenis penelitian kualitatif adalah mengumpulkan data melalui observasi prilaku dokumentasi/wawancara yang dilakukan secara individu

Kamis, 30 April 2020

Perindu Kekasihku Perindu Pejuang Tangguhku


Kutuliskan Sebuah puisi lalu membacanya. Sedikit ingin mencurahkan rasa rindu yang tersemayam didalam dada, yang semakin hari semakin menggebu.
Menceritakan tentang  rindu, Menceritakan tentang pilu.
Bukan ingin mengeluh kesah, hanya saja ingin sedikit berkarya melalu rasa rindu yang ada.

Jamalludin.
Kubu Raya, 29 April 2020.

-Perindu Kekasihku Pejuang Tangguhku-

Selasa, 28 April 2020

Tujuh Peristiwa Besar dan Dahsyat yang Terjadi di Bulan Ramadhan

Tujuh Peristiwa Besar yang Terjadi di Bulan Ramadhan


   
Bulan Ramadan menjadi istimewa di antara sebelas bulan lainnya. Pada bulan yang mulia ini, semua umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah yang sama, mulai dari puasa, shalat tarawih, witir dan lain sebagainya. Bulan puasa pun menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam.
Selain memiliki banyak keutamaan, ternyata ada beberapa peristiwa besar dalam sejarah yang terjadi pada Bulan Ramadan, apa saja peritiswa tersebut? Simak lebih lanjut dan Selamat membaca.






1. Al Qur’an Diturunkan
Kitab Suci Al-Qur’an yang merupakan kitab suci umat Islam, turun pertama kali saat Bulan Suci Ramadan. Tepatnya pada tanggal 17 Ramadan Peristiwa besar tersebut dikenal dengan Nuzulul Qur’an. Pada peristiwa tersebut turun lima ayat yakni Surat al-Alaq ayat 1-5. Wahyu pertama yang berisi surat tersebut disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saat berkhalwat di Gua Hira selama berbulan-bulan. Turunnya al-Qur’an ini juga menandakan bahwa Nabi Muhammad telah diangkat menjadi seorang nabi sekaligus rasul yang memiliki kewajiban menyampaikan risalah dari Allah.

2. Perang Badar
Perang Badar adalah perang yang terjadi antara umat Islam melawan kaum Kafir Quraisy. Perang ini terjadi pada hari Jum’at   2ramadan tahun ke-2 hijriyah. Dalam perang ini, umat Islam meraih kemenangan gemilang karena berhasil mengalahkan pasukan Kafir Quraisy. Padahal jumlah pasukan Kafir Quraisy lebih banyak daripada pasukan muslim. Jumlah pasukan Kafir Quraisy sebanyak 1.000 pasukan sementara pasukan Islam hanya 313 pasukan.

3. Fathu Makkah (Pembebasan Kota Makkah)
Fathu Makkah atau pembebasn Kota Makkah adalah peristiwa penaklukkan Kota Makkah yang dilakukan oleh kaum muslim tanpa perlawanan apa pun dan tanpa ada darah yang tertumpah sedikit pun. Peristiwa ini terjadi pada taun 630 M/8H, tepatnya pada tanggal 10 Ramadan.

4. Penyerahan Kota Thaif
Mendengar Kota Thaif, yang ada dalam benak kita adalah peristiwa penyerangan masyarakat Thaif kepada Rasulullah Saw sampai gigi Rasulullah tanggal. Peristiwa tersebut terjadi ketika Rasulullah beniat hijrah ke Kota Thaif. Nah, dalam perkembangan selanjutnya, ketika Islam berhasil menyebar ke seluruh Jazirah Arab dan Kota Makkah berhasil dibebaskan dalam peristiwa Fathu Makkah, tokoh-tokoh Thaif kemudian menyerahkan Kota Thaif kepada Rasulullah Saw. Rombongan tersebut datang ke Makkah Bulan Ramadhan tahun ke-9 H sebagai tanda bahwa masyarakat Thaif menyerah dan menyatakan masuk Islam.

5. Penaklukkan Andalusia
Pada bulan Ramadan tanggal 28 tahun 92 H, umat Islam di bawah kepemimpinan Tariq bin Ziyad menorehkan prestasi besar karena berhasil menaklukkan Andalusia Spanyol. Dengan dikuasainya bumi Andalusia, Islam kemudian mulai tersebar di tanah Eropa.




6. Pasukan Islam Kalahkan Tentara Mongol
Pada era akhir kekuasaan Dinasti Abbasiyah, kaum Mongol menjadi salah satu kekuatan terbesar kala itu. Hal itu dibuktikan dengan penaklukkan-penaklukkan yang mereka lakukan. Menurut catatan, penaklukkan yang mereka lakukan sebanyak 33 jutan kilometer persegi. Dinasti Abbasiyah pun tak luput dari penaklukkan tersebut. Pada tahun 1258, Dinasti Abbasiyah runtuh tak tersisa setelah mendapatkan serangan dari Pasukan Mongol di bawah kepemimpinan Hulagu Khan. Dua tahun kemudian, takni pada Bulan Ramadan tanggal 15 tahun 1260 M, umat Islam bangkit dan mampu memukul mundur bahkan mengalakan tentara Mongol yang hendak menguasai Mesir. Pasukan muslim yang tangguh tersebut berada di bawah kepemimpinan Sultan Qutuz dari Dinasti Mamluk.

7. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Peristiwa besar yang tak kalah pentingnya terjadi pada Bulan Ramadan adalah peristiwa 
proklamasi kemerdekaan Indonesia. Setelah berjuang selama ratusan tahun melawan kaum penjajah, akhirnya bangsa Indonesia bebas dari penjajahan dan memproklamirkan kemerdekaannya. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 17 Agustu tahun 1945 yang juga bertepatan dengan Bulan Ramadan.

Rabu, 08 April 2020

KULIAH ONLINE VS COVID-19

Assalamualaikum Wr.Wb
Salam sejahtera buat kita semua, bagaimana dengan kabar nya hari ini? mudah mudahan selalu sehat buat para  pembaca dan tetap menjaga kondisi serta stamina tubuh, agar kita terhindar dari segala penyakit dan dapat beraktivitas seperti biasanya. Seperti yang kita ketahui dari informasi-informasi dari berbagai media yang ada di negeri kita tercinta bahwa saat ini sedang dilanda wabah virus yang berbahaya (COVID-19), dimana setiap harinya  pasien penderita virus COVID-19 semakin meningkat. Sehingga pihak pemerintah harus turun tangan dalam penanganan wabah virus COVID-19 tersebut, dan kita berharap semoga semuanya lekas membaik agar berjalan dengan semestinya ( planning).

Saat ini penulis akan mengangkat problematika tentang kuliah online dengan COVID-19, dimana pada situasi seperti ini sangat sulit bagi kita selaku mahasiswa yang biasanya pulang pergi ke kampus menerapkan hal serupa, dimana pemerintah sudah memberikan kebijakan kepada masyarakat melakukan aktivitas dirumah saja untuk itu kita harus mematuhi kebijakan yang diberi oleh pemerintah agar dapat memotong rantai peredaran virus tersebut, sehingga memudahkan pemerintah untuk mengatasi COVID-19. Tidak ada salahnya kita untuk saat ini mengikuti aturan yang sedang diberlakukan oleh pemerintah sebab ini juga buat kebaikan saya dan kebaikan bersama agar semuanya terhindar dari virus tersebut.


Saat ini problematika COVID-19 memberikan dampak yang begitu besar sehingga banyak dari berbagai pihak yang mengeluh diantaranya mahasiswa. Mengingat, pemerintah memberlakukan kebijakan untuk dirumah saja dan tidak memberlakukan kegiatan banyak orang. Dengan kerelaan hati, saat ini kami dituntut untuk mengikuti layanan perkuliahan secara daring. Ya, problem baru yang kami rasakan ini, dimana belajar secara daring dan mengerjakan tugas yang diberikan dosen juga dilakukan secara daring, tidak hanya itu ada beberapa dosen yang tidak mengikuti aturan silabus dan jam kuliahnya, ada yang di majukan dan diundur  jam kuliahnya sehingga memang mempunyai plus dan minus nya tersendiri.

Dari dampak COVID-19 terhadap kuliah online ini sehingga banyak menuai kontroversi di kalangan mahasiswa, sejatinya kita perlu memulai terobosan baru untuk siap menghadapi tantangan dunia ini. Kejadian seperti ini menjadikan bahwa kita belum mampu dengan   kondisi yang secepat kilat seperti ini. Dengan hal ini, mari kita selaku dari mahasiswa yang akan menjadi agent of change yang merupakan bagian penting di masa depan untuk ikut mempersiapkan diri dari apa yang kita alami hingga saat ini.

Semoga apa yang telah saya tulis bisa bermanfaat untuk kita semua, jangan lupa jaga kesehatan, semoga kita selalu dalam lindungan Allah. Dan jangan bosan berdoa kepada Allah semoga wabah ini cepat berlalu sehingga kita dapat bertemu lagi. wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kamis, 19 Maret 2020

SEBAB CORONA BELAJAR TAK LAGI MENGGUNAKAN TATAP MUKA


Belakangan ini masyarakat sering merasa terancam dan takut untuk berinteraksi serta keluar darirumah akibat beredarnya penyebaran Virus Corona (COVID-19).   Virus corona menjadi topik terhangat. Virus ini mendadak menjadi teror mengerikan bagi masyarakat dunia, terutama setelah merenggut nyawa ratusan orang hanya dalam waktu dua pekan. Wabah virus corona masih terus menghantui sejumlah negara di dunia. Tak terkecuali Indonesia.  
Saat ini di Indonesia pun mulai gelisah dengan adanya penyebaran virus corona ini yang mencekam kebebasan baik dalam berintraksi maupun bertingkah laku.



Saya pun merasa gelisah atas kehadiran Virus corona atau Covid-19 ini, karena hari-hari saya berkuliah dan tentu nya akan berinteraksi dengan banyak orang, dan akhir nya saya mendengar peraturan terkait penanganan Covid-19 dari pemerintah.

Presiden Joko widodo menanggapi  terkait penyebaran virus corona. Yang pertama, prioritas kita adalah mencegah penyebaran COVID-19 lebih luas lagi, oleh sebab itu penting untuk dilakukan yaitu mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat yang lain. Kita terus menggencarkan sosialisasi untuk menjaga jarak, social distancing, dan mengurangi kerumunan yang membawa risiko penularan COVID-19.
Tiga hal ini penting terus kita ulang-ulang, sekali lagi, mengurangi mobilitas dari satu tempat ke tempat yang lain, yang kedua, menjaga jarak, yang ketiga, mengurangi kerumunan yang membawa risiko penyebaran COVID-19.
Karena itu kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah betul-betul harus kita sampaikan terus sehingga bisa dijalankan secara efektif tetapi juga kita harus tahu juga bahwa yang tidak bekerja di rumah tentu saja tetap bekerja di lapangan dan bekerja di kantor dengan tetap saling menjaga jarak. Kebijakan belajar di rumah, kebijakan bekerja di rumah, kebijakan beribadah di rumah, jangan sampai kebijakan ini dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk liburan. Saya lihat satu minggu kemarin di Pantai Carita, di Puncak, lebih ramai dari biasanya sehingga hal ini akan memunculkan keramaian yang berisiko memperluas penyebaran COVID-19.

Peraturan atau penanganan seperti yang di sampaikan Presiden RI, ini pun juga ditegas kan kembali oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Masyarakat Kalbar silakan terbang ke mana pun. Tapi jangan pulang," kata Sutarmidji saat menggelar konferensi pers di Kantor Gubernur Kalbar, Minggu (15/3/2020).

Sutarmidji mengharapkan seluruh masyarakat Kalbar tidak panik dan tetap menjaga kesehatan tubuh. "Masyarakat jangan panik, jangan menimbun makanan nanti basi," ucap Sutarmidji. Mulai Senin (16/3/2020), Sutarmidji meliburkan sekolah di semua tingkatan, mulai dari TK sampai SMA. Sutarmidji juga menekankan kepada seluruh pelajar untuk tidak keluar rumah sampai batas waktu yang belum ditentukan. "Mulai Senin (16/3/2020), pelajar dari TK sampai SMA belajar di rumah dan tidak ada yang keluar dari rumah. Dengan meliburkan seluruh pelajar, dia berharap mereka tetap dalam kondisi fit dan dapat menjaga kebugaran tubuh saat berada di rumah. Pelajar yang masih berkeliaran, suruh angkut Satpol PP," ujar Sutarmidji. Selain itu, Sutarmidji juga melarang aparatur sipil negara untuk melakukan perjalanan dinas luar kota dan tidak menggelar acara yang melibatkan banyak orang. "Saya tidak adakan tanda tangan pegawai yang dinas luar kota, kecuali yang penting sekali.


Kebijakan serupa juga disampaikan oleh Rektor IAIN Pontianak untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, Pejabat Tata Usaha Humas dan Rumah Tangga Institut Agama Islam Negeri Pontianak, Mulyadi, membenarkan Rektor IAIN Pontianak telah menerapkan kebijakan perkuliahan dengan sistem daring atau online. Penetapan tersebut tertuang di dalam surat edaran nomor 03 tahun 2020.
Berikut edaran Rektor IAIN Pontianak menyikapi wabah corona:
1. Kegiatan akademik:
a. Terhitung sejak tanggal 16 s/d 27 Maret perkuliahan dilaksanakan secara daring (online)/e-learning/WA Group/MailingList/penugasan bentuk lainnya di luar tatap muka.
b. Kegiatan PPL, KKL, Magang dan Praktikum lainnya yang melibatkan banyak peserta dan pihak luar, ditunda pelaksanaannya sammpai batas waktu yang akan ditentukan selanjutnya.
2. Dosen dan tenaga kependidikan bekerja dari rumah terhitung mulai tanggal 16 sampai dengan 27 Maret 2020. Terkait presensi kehadiran dilakukan secara manual. Hasil kinerja dibuktikan melalui laporan kinerja bulanan. Kecuali petugas keamanan dan petugas kebersihan tetap masuk melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.
3. Kegiatan akademik dan nonakademik yang melibatkan banyak peserta baik di dalam maupun di luar kampus diimbau untuk ditunda pelaksanaannya.
4. Perjalanan dinas luar negeri untuk dosen tenaga kependidikan dan mahasiswa ditunda sampai batas waktu yang ditentukan. Kemudian terkait dengan agenda kunjungan yang sudah direncanakan dengan pihak luar agar dikoordinasikan kembali.
5. Dosen tenaga kependidikan dan mahasiswa diimbau tidak melakukan perjalanan dinas dalam negeri yang tidak penting.
6. Seluruh unit di IAIN Pontianak harus menyediakan hand sanitizer atau handwash di tempat-tempat tertentu.
7. Seluruh mahasiswa diinstruksikan untuk pulang ke rumah masing-masing, termasuk mahasiswa penghuni ma'had.
8. Seluruh keluarga besar IAIN Pontianak untuk tetap tenang menjaga pola hidup bersih, sehat, disiplin, dan selalu bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam menghadapi kondisi ini. Bagi yang mengalami demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan flu dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan medis.

  Setelah saya mendengar langsung kebijakan-kebijakan  dari pemerintah dan berakhir pada kebijakan Rekor IAIN Pontianak bahwa untuk sementara perkuliahan ditiadakan untuk sementara dan kuliah online pun menjadi jalan keluar agar perkuliahan tetap berjalan walaupun tak lagi perlu tatap muka. saya sedikit merasa tenang karena pasti nya saya akan lebih mudah untuk berdiam diri dirumah dan mengurangi untuk melakukan bersentuhan langsung pada banyak orang.

Kuliah tanpa tatap muka pun berlangsung, sambil rebahan saya melakukan kuliah online, yah.. Awal nya saya sedikit legahan karena kuliah bisa sambil rebahan. Ternyata setelah beberapa hari kuliah online ini berlangsung tugas-tugas mulai berdatangan tanpa diharapkan hehe...  Ketika hendak mengerjakan tugas dari beberapa dosen saya pun bingung karena saya membutuhkan jaringan WI-FI untuk mencari sumber serta bahan tugas saya. Akhirnya saya coba untuk keluar rumah mencari warung kopi yang terdapat jaringan WI-FI tiba lah saya di warung kopi sambil menyeduh kopi yang lagi hangat-hangat nya saya sambil mengerjakan tugas, sampai lah pada pukul 21:00 suara riuh di parkiran mulai terdengar, awal nya saya tidak mau ambil pusing tanpa menghirau kan kejadian itu. Selang beberapa menit ternyata yang datang itu bukan pengunjung warung kopi melainkan satpol-pp yang hendak menyuruh pengunjung warung kopi itu pulang. Saya pun baru teringat bahwa wali kota pontianak mengeluarkan peraturan yang juga di sampaikan gubernur sutarmidji bahwa tidak boleh lagi ngopi dan berkumpul di warung kopi. Yaa.. Saya pun bergegas pulang kerumah lagi.

Sampainya dirumah saya pun berfikir sebahahaya apasih virus yang berdiameter kecil ini sampai sebegini betul dalam penanganan nya, saya pun coba cari informasi terkait asal usul serta gejala-gejala dari Covid-19 ini di Youtube dan google, yang saya ingat penjelasan tentag virus ini bahwa Virus corona jenis baru yang tengah menyerang masyarakat dunia saat ini dalam istilah kedokteran disebut sebagai 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). virus corona merupakan jenis virus yang diidentifikasi sebagai penyebab penyakit pada saluran pernapasan, yang pertama kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok. Di pasar grosir hewan dan makanan laut tersebut dijual hewan liar seperti ular, kelelawar, dan ayam. Mereka menduga virus corona baru ini hampir dapat dipastikan berasal dari ular. Diduga pula virus ini menyebar dari hewan ke manusia, dan kemudian dari manusia ke manusia.
Serta gejala-gejalanya yanh di sampaokan dari dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah menyatakan, virus corona yang menular ke manusia bisa menyebabkan peradangan saluran pernapasan. Kepala Dinkes Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengungkapkan, dalam kondisi paling kritis seseorang yang terkena virus corona suhu tubuhnya bisa naik drastis lebih dari 38 derajat celcius.
"Gejalanya nyaris mirip flu biasa. Cuma demamnya lebih tinggi di atas 38 derajat. Kemudian penderitanya mengalami sakit kepala, batuk-batuk kering, kadang juga sesak napas. Tapi untuk infeksi paling berat bisa mengalami gagal napas," kata Yulianto kepada IDN TimesIa menuturkan jika tak dilakukan analisa yang cermat, petugas medis sulit membedakan antara flu dengan gejala virus corona. Secara umum, seorang yang terinfeksi virus corona memiliki gejala seperti demam, gangguan pernapasan, batuk pilek, sakit tenggorokan, dan letih. Dan 5 cara penularan virus berdiameter kecil ini
1. Transmisi dari cairan: air dapat membawa virus dari pasien ke orang lain yang berada dalam jarak sekitar satu meter. Air yang dimaksud biasanya berupa cairan tubuh yang keluar saat berbicara, batuk, dan bersin.
2. Transmisi dari udara: virus corona bisa menyebar dalam jarak jauh melalui udara. Cara ini sama dengan cara virus flu, SARS, variola, dan norovirus menular dari satu orang ke orang lainnya.
3. Transmisi kontak: virus dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit atau selaput lendir (seperti mata, lidah, luka terbuka, dan lain-lain). Transmisi juga bisa berlangsung melalui darah yang masuk ke tubuh atau mengenai selaput lendir.
4. Transmisi dari hewan: orang yang mengolah, menjual, dan mendistribusikan hewan liar yang membawa virus corona dapat tertular melalui kontak tersebut.
5. Kontak dekat dengan pasien: keluarga, orang yang tinggal serumah, petugas medis, atau bahkan orang yang sempat berada dekat dengan pasien rentan untuk tertular.

Wahh... Mengerikan juga ternyata virus yang saya anggap kecil ini.  Ujar saya ketika usai membaca dan melihat youtube.

Pada haru jum'at (20/3/2020) saya pun memutus kan untuk pulang ke kampung halaman di kecamatan teluk pakedai kabupaten kubu raya, sesampai di penyebrangan, penghubung antra punggur dan teluk pakedai, saya melihat banyak anggota TNI dan polri, awal nya saya mengira bahwa ada razia masal, kebetulan saat itu saya tidak membawa surat-surat kendaraan saya, wah... Bahaya ini ujar dalam hati. Ketika turun dari kapal penyebrangan yang kami sebut kelotok, seluruh penumpang diminta untuk berbaris dan berkumpul. Fikiran saya pun semakin menjadi jadi memikiran hal-hal negatif dan kegelisahan pun semakin menghantui pula. Berkumpul lah penumpang pada saat itu sesuai di tempat yang di pinta, saya melihat salah satu anggota TNI ada yang memegang alat pengeras suara(TOA) setelah anggota TNI itu berbicara ternyata ingin melakukan sosialisai terkait bahasa-bahasa yang bermunculan ketika Covid-19 ini mulai marak, dan penyampaian angota TNI saat itu terkait bahasa-bahasa yang asing di dengar yang saya ingat adalah.

Lockdown
arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.
Tujuan mengunci suatu wilayah ini agar virus tidak menyebar lebih jauh lagi. Jika suatu daerah dikunci atau di-lockdown, maka semua fasilitas publik harus ditutup. Mulai dari sekolah, transportasi umum, tempat umum, perkantoran, bahkan pabrik harus ditutup dan tidak diperkenankan beraktivitas.
Aktivitas warganya pun dibatasi. Bahkan ada negara yang memberlakukan jam malam. Ketika virus Corona menyebar di kota Wuhan, Cina, pemerintah setempat memberlakukan kebijakan lockdown, disusul kota-kota lainnya di Cina yang penyebaran virusnya begitu massif..

Setelah mengenal arti lockdown, istilah teknis seputar virus Corona selanjutnya adalah social distancing. istilah ini merujuk pada tujuan untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dengan orang lain dalam jarak dekat. Social distancing juga bertujuan untuk mengurangi penularan virus dari orang ke orang.
Sementara istilah social distancing menurut Center for Disease Control (CDC) adalah menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak dengan manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.
Selain istilah social distancing, dalam bahasa Indonesia juga ada istilah isolasi dan karantina. Kedua istilah ini termasuk populer pasca merebaknya virus Corona di berbagai negara.

Work From Home (WFH)
WFH atau Work From Home juga menjadi populer di kalangan pekerja. Istilah ini berarti bekerja dari rumah. Terkait dengan virus Corona, Anda tidak perlu pergi bekerja untuk mengurangi risiko tertular virus Corona.
Anda bisa menyelesaikan pekerjaan dari rumah dan bisa dilakukan secara online jika memungkinkan. Jika dikaitkan dengan situasi di Indonesia saat ini terkait penyebaran virus Corona, Presiden Joko Widodo sudah mengimbau agar masyarakat bekerja dari rumah, sama halnya seperti sekolah dan beribadah diimbau untuk dilakukan di rumah saja.

Imported Case dan Local Transmisson
Istilah ini merujuk pada lokasi dari mana virus Corona itu menjangkiti seorang pasien. Pada kasus imported case berarti seseorang terjangkit saat berada di luar wilayah dimana pasien tersebut melapor.
Misalnya seorang pasien dilaporkan positif Corona di Indonesia. Namun dia tertular di luar wilayah Indonesia, karena misalnya dia baru saja liburan dari luar negeri.
Sementara local transmission atau transmisi lokal berarti seorang pasien tertular di dalam wilayah dimana kasus ditemukan. Misalnya seorang pasien dilaporkan positif terjangkit virus Corona di Indonesia dan tertularnya pun di Indonesia.

Epidemi dan Pandemi
Epidemi merujuk pada penyebaran penyakit secara cepat dengan jumlah yang terjangkit banyak dan tidak normal. Biasanya suatu penyakit disebut epidemi jika menyebar di sebuah wilayah dalam jumlah penderita yang banyak, namun skalanya lebih kecil dibanding pandemi.
Jika epidemi menyebar di suatu wilayah saja, maka pandemi berarti penyakit tersbeut sudah menyebar ke seluruh dunia atau penyebarannya terjadi secara global. Levelnya pun lebih tinggi dibanding epidemi. Dalam kasus virus Corona, WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi setelah menyebar hampir di seluruh negara.

ODP, PDP, dan Suspect Corona
Tiga istilah ini kerap digunakan untuk membedakan status pasien Corona. Tak jarang, masyarakat sulit membedakannya. Berdasarkan pedoman Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, Orang dalam Pemantauan atau ODP adalah mereka yang demam di atas 38 derajat Celsius. Kemudian, disertai gejala gangguan sistem pernafasan seperti pilek, sakit tenggorokan, dan batuk.

               


(Penulis: Jamalludin)

PPPK BAGI GURU HONORER SEGERA DIBUKA

Pemerintah telah membuka kuota hingga satu juta guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) bagi guru honorer segala usia.  Mendi...