Kamis, 19 Maret 2020

SEBAB CORONA BELAJAR TAK LAGI MENGGUNAKAN TATAP MUKA


Belakangan ini masyarakat sering merasa terancam dan takut untuk berinteraksi serta keluar darirumah akibat beredarnya penyebaran Virus Corona (COVID-19).   Virus corona menjadi topik terhangat. Virus ini mendadak menjadi teror mengerikan bagi masyarakat dunia, terutama setelah merenggut nyawa ratusan orang hanya dalam waktu dua pekan. Wabah virus corona masih terus menghantui sejumlah negara di dunia. Tak terkecuali Indonesia.  
Saat ini di Indonesia pun mulai gelisah dengan adanya penyebaran virus corona ini yang mencekam kebebasan baik dalam berintraksi maupun bertingkah laku.



Saya pun merasa gelisah atas kehadiran Virus corona atau Covid-19 ini, karena hari-hari saya berkuliah dan tentu nya akan berinteraksi dengan banyak orang, dan akhir nya saya mendengar peraturan terkait penanganan Covid-19 dari pemerintah.

Presiden Joko widodo menanggapi  terkait penyebaran virus corona. Yang pertama, prioritas kita adalah mencegah penyebaran COVID-19 lebih luas lagi, oleh sebab itu penting untuk dilakukan yaitu mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat yang lain. Kita terus menggencarkan sosialisasi untuk menjaga jarak, social distancing, dan mengurangi kerumunan yang membawa risiko penularan COVID-19.
Tiga hal ini penting terus kita ulang-ulang, sekali lagi, mengurangi mobilitas dari satu tempat ke tempat yang lain, yang kedua, menjaga jarak, yang ketiga, mengurangi kerumunan yang membawa risiko penyebaran COVID-19.
Karena itu kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah betul-betul harus kita sampaikan terus sehingga bisa dijalankan secara efektif tetapi juga kita harus tahu juga bahwa yang tidak bekerja di rumah tentu saja tetap bekerja di lapangan dan bekerja di kantor dengan tetap saling menjaga jarak. Kebijakan belajar di rumah, kebijakan bekerja di rumah, kebijakan beribadah di rumah, jangan sampai kebijakan ini dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk liburan. Saya lihat satu minggu kemarin di Pantai Carita, di Puncak, lebih ramai dari biasanya sehingga hal ini akan memunculkan keramaian yang berisiko memperluas penyebaran COVID-19.

Peraturan atau penanganan seperti yang di sampaikan Presiden RI, ini pun juga ditegas kan kembali oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Masyarakat Kalbar silakan terbang ke mana pun. Tapi jangan pulang," kata Sutarmidji saat menggelar konferensi pers di Kantor Gubernur Kalbar, Minggu (15/3/2020).

Sutarmidji mengharapkan seluruh masyarakat Kalbar tidak panik dan tetap menjaga kesehatan tubuh. "Masyarakat jangan panik, jangan menimbun makanan nanti basi," ucap Sutarmidji. Mulai Senin (16/3/2020), Sutarmidji meliburkan sekolah di semua tingkatan, mulai dari TK sampai SMA. Sutarmidji juga menekankan kepada seluruh pelajar untuk tidak keluar rumah sampai batas waktu yang belum ditentukan. "Mulai Senin (16/3/2020), pelajar dari TK sampai SMA belajar di rumah dan tidak ada yang keluar dari rumah. Dengan meliburkan seluruh pelajar, dia berharap mereka tetap dalam kondisi fit dan dapat menjaga kebugaran tubuh saat berada di rumah. Pelajar yang masih berkeliaran, suruh angkut Satpol PP," ujar Sutarmidji. Selain itu, Sutarmidji juga melarang aparatur sipil negara untuk melakukan perjalanan dinas luar kota dan tidak menggelar acara yang melibatkan banyak orang. "Saya tidak adakan tanda tangan pegawai yang dinas luar kota, kecuali yang penting sekali.


Kebijakan serupa juga disampaikan oleh Rektor IAIN Pontianak untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, Pejabat Tata Usaha Humas dan Rumah Tangga Institut Agama Islam Negeri Pontianak, Mulyadi, membenarkan Rektor IAIN Pontianak telah menerapkan kebijakan perkuliahan dengan sistem daring atau online. Penetapan tersebut tertuang di dalam surat edaran nomor 03 tahun 2020.
Berikut edaran Rektor IAIN Pontianak menyikapi wabah corona:
1. Kegiatan akademik:
a. Terhitung sejak tanggal 16 s/d 27 Maret perkuliahan dilaksanakan secara daring (online)/e-learning/WA Group/MailingList/penugasan bentuk lainnya di luar tatap muka.
b. Kegiatan PPL, KKL, Magang dan Praktikum lainnya yang melibatkan banyak peserta dan pihak luar, ditunda pelaksanaannya sammpai batas waktu yang akan ditentukan selanjutnya.
2. Dosen dan tenaga kependidikan bekerja dari rumah terhitung mulai tanggal 16 sampai dengan 27 Maret 2020. Terkait presensi kehadiran dilakukan secara manual. Hasil kinerja dibuktikan melalui laporan kinerja bulanan. Kecuali petugas keamanan dan petugas kebersihan tetap masuk melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.
3. Kegiatan akademik dan nonakademik yang melibatkan banyak peserta baik di dalam maupun di luar kampus diimbau untuk ditunda pelaksanaannya.
4. Perjalanan dinas luar negeri untuk dosen tenaga kependidikan dan mahasiswa ditunda sampai batas waktu yang ditentukan. Kemudian terkait dengan agenda kunjungan yang sudah direncanakan dengan pihak luar agar dikoordinasikan kembali.
5. Dosen tenaga kependidikan dan mahasiswa diimbau tidak melakukan perjalanan dinas dalam negeri yang tidak penting.
6. Seluruh unit di IAIN Pontianak harus menyediakan hand sanitizer atau handwash di tempat-tempat tertentu.
7. Seluruh mahasiswa diinstruksikan untuk pulang ke rumah masing-masing, termasuk mahasiswa penghuni ma'had.
8. Seluruh keluarga besar IAIN Pontianak untuk tetap tenang menjaga pola hidup bersih, sehat, disiplin, dan selalu bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam menghadapi kondisi ini. Bagi yang mengalami demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan flu dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan medis.

  Setelah saya mendengar langsung kebijakan-kebijakan  dari pemerintah dan berakhir pada kebijakan Rekor IAIN Pontianak bahwa untuk sementara perkuliahan ditiadakan untuk sementara dan kuliah online pun menjadi jalan keluar agar perkuliahan tetap berjalan walaupun tak lagi perlu tatap muka. saya sedikit merasa tenang karena pasti nya saya akan lebih mudah untuk berdiam diri dirumah dan mengurangi untuk melakukan bersentuhan langsung pada banyak orang.

Kuliah tanpa tatap muka pun berlangsung, sambil rebahan saya melakukan kuliah online, yah.. Awal nya saya sedikit legahan karena kuliah bisa sambil rebahan. Ternyata setelah beberapa hari kuliah online ini berlangsung tugas-tugas mulai berdatangan tanpa diharapkan hehe...  Ketika hendak mengerjakan tugas dari beberapa dosen saya pun bingung karena saya membutuhkan jaringan WI-FI untuk mencari sumber serta bahan tugas saya. Akhirnya saya coba untuk keluar rumah mencari warung kopi yang terdapat jaringan WI-FI tiba lah saya di warung kopi sambil menyeduh kopi yang lagi hangat-hangat nya saya sambil mengerjakan tugas, sampai lah pada pukul 21:00 suara riuh di parkiran mulai terdengar, awal nya saya tidak mau ambil pusing tanpa menghirau kan kejadian itu. Selang beberapa menit ternyata yang datang itu bukan pengunjung warung kopi melainkan satpol-pp yang hendak menyuruh pengunjung warung kopi itu pulang. Saya pun baru teringat bahwa wali kota pontianak mengeluarkan peraturan yang juga di sampaikan gubernur sutarmidji bahwa tidak boleh lagi ngopi dan berkumpul di warung kopi. Yaa.. Saya pun bergegas pulang kerumah lagi.

Sampainya dirumah saya pun berfikir sebahahaya apasih virus yang berdiameter kecil ini sampai sebegini betul dalam penanganan nya, saya pun coba cari informasi terkait asal usul serta gejala-gejala dari Covid-19 ini di Youtube dan google, yang saya ingat penjelasan tentag virus ini bahwa Virus corona jenis baru yang tengah menyerang masyarakat dunia saat ini dalam istilah kedokteran disebut sebagai 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). virus corona merupakan jenis virus yang diidentifikasi sebagai penyebab penyakit pada saluran pernapasan, yang pertama kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok. Di pasar grosir hewan dan makanan laut tersebut dijual hewan liar seperti ular, kelelawar, dan ayam. Mereka menduga virus corona baru ini hampir dapat dipastikan berasal dari ular. Diduga pula virus ini menyebar dari hewan ke manusia, dan kemudian dari manusia ke manusia.
Serta gejala-gejalanya yanh di sampaokan dari dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah menyatakan, virus corona yang menular ke manusia bisa menyebabkan peradangan saluran pernapasan. Kepala Dinkes Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengungkapkan, dalam kondisi paling kritis seseorang yang terkena virus corona suhu tubuhnya bisa naik drastis lebih dari 38 derajat celcius.
"Gejalanya nyaris mirip flu biasa. Cuma demamnya lebih tinggi di atas 38 derajat. Kemudian penderitanya mengalami sakit kepala, batuk-batuk kering, kadang juga sesak napas. Tapi untuk infeksi paling berat bisa mengalami gagal napas," kata Yulianto kepada IDN TimesIa menuturkan jika tak dilakukan analisa yang cermat, petugas medis sulit membedakan antara flu dengan gejala virus corona. Secara umum, seorang yang terinfeksi virus corona memiliki gejala seperti demam, gangguan pernapasan, batuk pilek, sakit tenggorokan, dan letih. Dan 5 cara penularan virus berdiameter kecil ini
1. Transmisi dari cairan: air dapat membawa virus dari pasien ke orang lain yang berada dalam jarak sekitar satu meter. Air yang dimaksud biasanya berupa cairan tubuh yang keluar saat berbicara, batuk, dan bersin.
2. Transmisi dari udara: virus corona bisa menyebar dalam jarak jauh melalui udara. Cara ini sama dengan cara virus flu, SARS, variola, dan norovirus menular dari satu orang ke orang lainnya.
3. Transmisi kontak: virus dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit atau selaput lendir (seperti mata, lidah, luka terbuka, dan lain-lain). Transmisi juga bisa berlangsung melalui darah yang masuk ke tubuh atau mengenai selaput lendir.
4. Transmisi dari hewan: orang yang mengolah, menjual, dan mendistribusikan hewan liar yang membawa virus corona dapat tertular melalui kontak tersebut.
5. Kontak dekat dengan pasien: keluarga, orang yang tinggal serumah, petugas medis, atau bahkan orang yang sempat berada dekat dengan pasien rentan untuk tertular.

Wahh... Mengerikan juga ternyata virus yang saya anggap kecil ini.  Ujar saya ketika usai membaca dan melihat youtube.

Pada haru jum'at (20/3/2020) saya pun memutus kan untuk pulang ke kampung halaman di kecamatan teluk pakedai kabupaten kubu raya, sesampai di penyebrangan, penghubung antra punggur dan teluk pakedai, saya melihat banyak anggota TNI dan polri, awal nya saya mengira bahwa ada razia masal, kebetulan saat itu saya tidak membawa surat-surat kendaraan saya, wah... Bahaya ini ujar dalam hati. Ketika turun dari kapal penyebrangan yang kami sebut kelotok, seluruh penumpang diminta untuk berbaris dan berkumpul. Fikiran saya pun semakin menjadi jadi memikiran hal-hal negatif dan kegelisahan pun semakin menghantui pula. Berkumpul lah penumpang pada saat itu sesuai di tempat yang di pinta, saya melihat salah satu anggota TNI ada yang memegang alat pengeras suara(TOA) setelah anggota TNI itu berbicara ternyata ingin melakukan sosialisai terkait bahasa-bahasa yang bermunculan ketika Covid-19 ini mulai marak, dan penyampaian angota TNI saat itu terkait bahasa-bahasa yang asing di dengar yang saya ingat adalah.

Lockdown
arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara.
Tujuan mengunci suatu wilayah ini agar virus tidak menyebar lebih jauh lagi. Jika suatu daerah dikunci atau di-lockdown, maka semua fasilitas publik harus ditutup. Mulai dari sekolah, transportasi umum, tempat umum, perkantoran, bahkan pabrik harus ditutup dan tidak diperkenankan beraktivitas.
Aktivitas warganya pun dibatasi. Bahkan ada negara yang memberlakukan jam malam. Ketika virus Corona menyebar di kota Wuhan, Cina, pemerintah setempat memberlakukan kebijakan lockdown, disusul kota-kota lainnya di Cina yang penyebaran virusnya begitu massif..

Setelah mengenal arti lockdown, istilah teknis seputar virus Corona selanjutnya adalah social distancing. istilah ini merujuk pada tujuan untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dengan orang lain dalam jarak dekat. Social distancing juga bertujuan untuk mengurangi penularan virus dari orang ke orang.
Sementara istilah social distancing menurut Center for Disease Control (CDC) adalah menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak dengan manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.
Selain istilah social distancing, dalam bahasa Indonesia juga ada istilah isolasi dan karantina. Kedua istilah ini termasuk populer pasca merebaknya virus Corona di berbagai negara.

Work From Home (WFH)
WFH atau Work From Home juga menjadi populer di kalangan pekerja. Istilah ini berarti bekerja dari rumah. Terkait dengan virus Corona, Anda tidak perlu pergi bekerja untuk mengurangi risiko tertular virus Corona.
Anda bisa menyelesaikan pekerjaan dari rumah dan bisa dilakukan secara online jika memungkinkan. Jika dikaitkan dengan situasi di Indonesia saat ini terkait penyebaran virus Corona, Presiden Joko Widodo sudah mengimbau agar masyarakat bekerja dari rumah, sama halnya seperti sekolah dan beribadah diimbau untuk dilakukan di rumah saja.

Imported Case dan Local Transmisson
Istilah ini merujuk pada lokasi dari mana virus Corona itu menjangkiti seorang pasien. Pada kasus imported case berarti seseorang terjangkit saat berada di luar wilayah dimana pasien tersebut melapor.
Misalnya seorang pasien dilaporkan positif Corona di Indonesia. Namun dia tertular di luar wilayah Indonesia, karena misalnya dia baru saja liburan dari luar negeri.
Sementara local transmission atau transmisi lokal berarti seorang pasien tertular di dalam wilayah dimana kasus ditemukan. Misalnya seorang pasien dilaporkan positif terjangkit virus Corona di Indonesia dan tertularnya pun di Indonesia.

Epidemi dan Pandemi
Epidemi merujuk pada penyebaran penyakit secara cepat dengan jumlah yang terjangkit banyak dan tidak normal. Biasanya suatu penyakit disebut epidemi jika menyebar di sebuah wilayah dalam jumlah penderita yang banyak, namun skalanya lebih kecil dibanding pandemi.
Jika epidemi menyebar di suatu wilayah saja, maka pandemi berarti penyakit tersbeut sudah menyebar ke seluruh dunia atau penyebarannya terjadi secara global. Levelnya pun lebih tinggi dibanding epidemi. Dalam kasus virus Corona, WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi setelah menyebar hampir di seluruh negara.

ODP, PDP, dan Suspect Corona
Tiga istilah ini kerap digunakan untuk membedakan status pasien Corona. Tak jarang, masyarakat sulit membedakannya. Berdasarkan pedoman Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, Orang dalam Pemantauan atau ODP adalah mereka yang demam di atas 38 derajat Celsius. Kemudian, disertai gejala gangguan sistem pernafasan seperti pilek, sakit tenggorokan, dan batuk.

               


(Penulis: Jamalludin)

PEMERINTAH BUNGKAM TERHADAP PENDIDIKAN

"PEMERINTAH BUNGKAM TERHADAP PENDIDIKAN"




Setiap anak di Indonesia seharusnya mendapatkan pendidikan wajib belajar selama minmal 9 tahun atau jenjang SMP bahkan 12 tahun yaitu SMA, namun mengapa pendidikan Indonesia masih tertinggal.

Dapat dilihat  di salah satu Desa yang terletak Kecamatan Ambawang Kabupaten Kubu Raya Perovinsi Kalimantan Barat. Tepat nya di Desa Simpang Raya Dusun Parit Medan II.
Di Desa Simpang Raya, Dusun Parit Medan II Ini terdapat Yayasan Pendidikan yang bernama  Yayasan Miftahul Jannah.

sudah seringkali  mengajukan bantuan terhadap pemerintah setempat bahkan sudah empat kali pengajuan bantuan untuk pembangunan  Yayasan Miftahul Jannah ini, namun tetap saja belum mendapatkan respon yang baik terhadap pemerintah.

Berikut alasan mengapa pendidikan Indonesia masih tertinggal:

1. Pendidikan belum merata
Masalah ini merupakan masalah yang sudah sejak lama ada, kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan di daerah pelosok adalah alasannya. Bagi anak-anak yang berada diperkotaan mungkin sudah sebagian besar bisa menjangkau pendidikan, namun bagi mereka yang ada di pelosok? Perlu berjalan sejauh belasan kilometer untuk sekedar belajar.

2. Kualitas guru yang biasa
Di negara-negara maju profesi guru adalah profesi unggulan, namun di Indonesia hanya sedikit yang berniat menjadi guru. Hanya sebagian orang-orang  yang ingin menjadi guru, karena rendahnya gaji serta tunjangan jika menjadi guru apalagi guru honorer. Di negara maju profesi guru menjanjikan kesejahteraan yang tinggi dan dihargai.

3. Kesadaran akan pendidikan yang rendah
Edukasi yang kurang terhadap orang tua terutama di daerah pelosok akan pentingnya pendidikan, banyak orang tua di pelosok yang berpikir pendidikan tidak begitu penting sehingga banyak anak pada usia sekolah berhenti sekolah untuk mencari nafkah.

4. Infrastruktur dan fasilitas yang tidak memadai
Fasilitas di sekolah-sekolah besar mungkin sudah memadai untuk mendukung pendidikan, namun di sekolah yang kecil dan terpencil, infrastruktur masih sangat minim. Bahkan ada sekolah yang atapnya bocor serta temboknya hanya dari kayu saja seperti yang terdapat di kecamatan ambawang ini.

  (dokumentasi Yayasan Miftahul Jannah di kecamatan ambawang)
                       
5. Anggaran untuk pendidikan yang menguap
Anggaran untuk pendidikan termasuk besar yaitu 20 persen APBN, namun masih tidak begitu terasa manfaatnya. Mungkin saja dana tersebut di korupsi oleh beberapa pihak. Lagi-lagi karena lemahnya hukum di Indonesia membuat aliran dana menguap begitu saja tanpa diketahui kemana uang tersebut menguap.

Sampai kapan Pemerintah akan bungkam terhadap pendidikan di Indonsia, bukankah kah pendidikan menjadi salah satu tonggak utama untuk kemajuan bangsa?

Seharus nya pemerintah membangun pendidikan secara merata sampai kepelosok desa bukan hanya membangun pendidikan  hanya di perkotaan saja. Karena dengan terbangun serta meratanya pendidikan akan mencerdaskan dan membangun generasi bangsa.






(Penulis: Jamalludin)


TIDUR NYA PEMERINTAH TERHADAP PEMBANGUNAN PENDIDIKAN


"TIDUR NYA PEMERINTAH TERHADAP PEMBANGUNAN PENDIDIKAN"




Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
salam sejahtera untuk kita semua...
perkenalkan nama saya Jamalludin, saya anak ke-4 dari empat bersaudara, saya memiliki satu orang abang dan dua orang  kakak. saya terlahirkan dari seorang ayah yang bernama M.Yunus, dan seorang ibu  yang bernama Asnah. Saya lahir di desa Seruat Satu Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada saat masa kecil, saya menjadi pengambala kambimg sampai di bangku sekolah menegah pertama (SMP). Saat saya mengembala kambing alhamdullillah kambing yang saya pelihara berkembang biak dengan baik dan dapat di jual kepada orang-orang yang ingin berqurban dan sebagiannya  di peruntukan untuk qurban  orang tua serta saudara saya.  saya menempuh pendidikan di SDN 14 Teluk Pakedai lalu melanjutkan di SMPN 5 Teluk Pakedai setelah lulus di bangku sekolah menengah pertama (SMP)  saya melanjutkan pendidikan di SMK Muhammadiyah 1 Pontiank. Pada saat di bangku sekolah dasar (SD) saya selalu mendapat rangkin 1-2 dari kelas satu sampai kelas enam, di bangku sekolah menengah pertama (SMP) Prestasi sedikit menurun hanya selalu mendapat peringkat ke-3 dan ketika berada di bangku sekolah menengah kejuan (SMK) prestasi saya lebih menurun hanya masuk peringkat ke-10 besar, ketika menempuh pendidikan di SMK saya menjadi ketua bidang ke agamaan, saya pun tidak tahu mengapa saya dipilih di bidang itu dengan ketidak tahuan saya tentang agama. saya juga pernah di undang untuk menjadi pembaca do'a ketika milad Muhammadiyah se-Kalbar, saat  di kelas XI SMK saya mengikuti clash meeting dengan lomba adzan dan alhamdulillah saya mendapatkan juara pertama, setelah itu saya juga pernah mengikuti lomba  kebudayaan Pontianak yaitu lomba gala kepung/ gala hadang dan pada saat itu TVRI Kalbar yang mengadakan  dan diikuti berbagi macam sekolah menengah atas di pontianak dan alhamdulilllah saya mendapatkan juara pertama pada saat itu. lanjut cerita saya juga mengikuti lomba stand up komedy pada waktu yang sama dan alhamdulillah saya tidak mendapatkan juara. heheheh....



(Jamalludin)
                                                                     


Berangkat dari cerita pendidikan saya. Setiap anak di Indonesia seharusnya mendapatkan pendidikan wajib belajar selama minmal 9 tahun atau jenjang SMP bahkan 12 tahun yaitu SMA, namun mengapa pendidikan Indonesia masih tertinggal.
Belakangan ini saya sedikit suka berkeliling di  berbagai kabupaten di Kalbar dan melihat tentang kondisi Pendidikan yang  kurang baik. Terdapat di salah satu Desa yang terletak Kecamatan Ambawang Kabupaten Kubu Raya.

1. Pendidikan belum merata
Masalah ini merupakan masalah yang sudah sejak lama ada, kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan di daerah pelosok adalah alasannya. Bagi anak-anak yang berada diperkotaan mungkin sudah sebagian besar bisa menjangkau pendidikan, namun bagi mereka yang ada di pelosok? Perlu berjalan sejauh belasan kilometer untuk sekedar belajar.

2. Kualitas guru yang biasa
Di negara-negara maju profesi guru adalah profesi unggulan, namun di Indonesia hanya sedikit yang berniat menjadi guru. Hanya sebagian orang-orang  yang ingin menjadi guru, karena rendahnya gaji serta tunjangan jika menjadi guru apalagi guru honorer. Di negara maju profesi guru menjanjikan kesejahteraan yang tinggi dan dihargai.

3. Kesadaran akan pendidikan yang rendah
Edukasi yang kurang terhadap orang tua terutama di daerah pelosok akan pentingnya pendidikan, banyak orang tua di pelosok yang berpikir pendidikan tidak begitu penting sehingga banyak anak pada usia sekolah berhenti sekolah untuk mencari nafkah.

4. Infrastruktur dan fasilitas yang tidak memadai
Fasilitas di sekolah-sekolah besar mungkin sudah memadai untuk mendukung pendidikan, namun di sekolah yang kecil dan terpencil, infrastruktur masih sangat minim. Bahkan ada sekolah yang atapnya bocor serta temboknya hanya dari kayu saja seperti yang terdapat di kecamatan ambawang ini.

  (dokumentasi sekolah dasar SD di salah satu desa yangterletak di kecamatan ambawang)
                       

5. Anggaran untuk pendidikan yang menguap
Anggaran untuk pendidikan termasuk besar yaitu 20 persen APBN, namun masih tidak begitu terasa manfaatnya. Mungkin saja dana tersebut di korupsi oleh beberapa pihak. Lagi-lagi karena lemahnya hukum di Indonesia membuat aliran dana menguap begitu saja tanpa diketahui kemana uang tersebut menguap.






(Penulis: Jamalludin)


PENGEMBANGAN MATERI PAI PENDIDIKAN DASAR 2 AKHLAK DI SMP, HIKMAH DAN STRATEGI PEMBELAJARANNYA

KATA PENGANTAR
Alhamdulilah segala puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT semesta alam,yang telah memberikan kita kesehatan sehingga kita dapat melaksanakan aktifitas-aktifitas dengan segala manfaat yang ada,yang telah memberikan kita kecerdasan dalam berfikir, sehingga dengan kecerdasan itu kita dapat memberikan karya-karya terbaik kita untuk agama, bangsa dan tanah air. Shalawat serta salam tak lupa juga kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabat dan orang-orang yang selalu istiqomah.
Dengan selesainya makalah yang penulis buat, penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu Abdul Karim Lubis, S.Pd.I, MA yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini dan kepada seluruh orang-orang yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini hingga makalah ini dapat dibaca seluruh kalangan masyarakat. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Pontianak, September 2019


                                         Penulis








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
Bab 1 Pendahuluan 1
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 1
Tujuan Makalah 2
Bab II Pembahasan 3
Materi PAI tentang aspek akhlak di SMP kelas VII 3
Materi PAI tentang aspek akhlak di SMP kelas VIII 6
Materi PAI tentang aspek akhlak di SMP kelas IX 8
Hikmah yang dapat diambil 13
Strategi Pembelajaran 13
Bab III Penutup 15
Kesimpulan 15
Saran 15
DAFTAR PUSTAKA 16













BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. sehingga dalam melaksanakan peinsip penyelenggaraan pendidikan harus sesuai dengan pendidikan nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
Akhlak mempunyai pengaruh besar terhadap individu manusiadan terhadap suatu bangsa. Ajaran-ajaran akhlak sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW., dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang terapat dibeberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang akhlak mulia Rasulullah sebagaimana yang terdapat dalam Q.S Al-Ahzab : 21 , yang artinya: “Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu, suri tauladan yang baik bagimu, bagi orang yang mengharap Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas sebagai berikut:
Apa saja materi PAI tentang aspek akhlak di SMP ?
Hikmah apa yang dapat diambil setelah mempelajari tentang aspek akhlak di SMP?
Bagaimana strategi pembelajaran materi PAI tentang aspek akhlak di SMP ?



Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini  sebagai berikut:
Untuk mengetahui materi PAI tentang aspek akhlak di SMP.
Untuk mengetahui hikmah yang dapat diambil setelah mempelajari tentang aspek akhlak di SMP.
Untuk mengetahui strategi pembelajaran materi PAI tentang aspek akhlak di SMP.

















BAB II
PEMBAHASAN

Materi PAI Tentang Aspek Akhlak di SMP Kelas VII
Hidup Tenang dengan Kejujuran, Amanah dan Istiqomah
Jujur
Jujur adalah kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan yang sebenarnya. Apa yang diucapkan memang itulah yang sesungguhnya dan apa yang diperbuat itulah yang sebenarnya. Kejujuran sangat erat kaitannya dengan hati nurani. Kata hati nurani adalah sesuatu yang murni dan suci. Hati nurani selalu mengajak kita kepada kebaikan dan kejujuran. Namun, kadang, kita enggan mengikuti hati nurani. Bila kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai hati nurani, maka itulah yang disebut dusta. Apabila kita katakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, itulah yang dinamakan bohong. Dusta atau bohong merupakan lawan kata jujur. Sebagai makhluk sosial, kita memerlukan kehidupan yang harmonis, baik, dan seimbang. Agar tidak ada yang dirugikan, dizalimi dan dicurangi, kita harus jujur. Jadi, untuk kehidupan yang lebih baik kuncinya adalah kejujuran. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi
عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلىَ البِرِّ وَإِنَّ البرَّ يَهْدِيْ إِلىَ الجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتىَّ يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِيْقاً وَإِيَّاكُمْ وَالكَذِبَ فَإِنَّ الكَذِبَ يَهِدِى إِلىَ الفُجُوْرِ وَإِنَّ الفُجُوْرَ يَهْدِي إِلىَ النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيتَحَرَّى الكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كذاباً  رواه مسلم .
Abdullah bin Mas’ud berkata: “Bersabda Rasulullah : Kalian harus jujur karena sesungguhnya jujur itu menunjukan kepada kebaikan dan kebaikan itu menunjukkan kepada jannah. Seseorang senantiasa jujur dan berusaha untuk jujur sehingga ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian dusta karena sesungguhnya dusta itu
menunjukkan kepada keburukan dan keburukan itu menunjukkan kepada neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan berusaha untuk berdusta sehingga ditulis disisi Allah sebagai seorang pendusta” (HR Muslim) Shohih Muslim hadits no : 6586.
Amanah
Amanah artinya terpercaya (dapat dipercaya). Amanah juga berarti pesan yang dititipkan dapat disampaikan kepada orang yang berhak. Amanah yang wajib ditunaikan oleh setiap orang adalah hak-hak Allah Swt., seperti  zakat, puasa, berbuat baik kepada sesama, dan yang lainnya. Amanah berkaitan erat dengan tanggung  jawab. Orang yang menjaga amanah biasanya disebut orang yang bertanggung jawab. Sebaliknya, orang yang tidak menjaga amanah disebut orang yang tidak bertanggung jawab. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menjaga amanah itu penting.
Adapun hikmah perilaku amanah sebagai berikut:
Dipercaya orang lain, ini merupakan modal yang sangat berharga dalam menjalin hubungan atau berinteraksi antara sesama manusia.
Mendapatkan simpati dari semua pihak, baik kawan maupun lawan.
Hidupnya akan sukses dan dimudahkan oleh Allah Swt.
Perilaku Amanah dalam Kehidupan Sehari-hari sebagai berikut:
Menjaga titipan dan mengembalikannya seperti keadaan semula. Apabila kita dititipi sesuatu oleh orang lain, misalnya barang berharga, emas, rumah, atau barang-barang lainnya, maka kita harus menjaganya dengan baik. Pada saat barang titipan tersebut diambil oleh pemiliknya, kita harus mengembalikannya seperti semula.
Menjaga rahasia. Apabila kita dipercaya untuk menjaga rahasia, baik itu rahasia pribadi, rahasia keluarga, rahasia organisasi, atau rahasia negara, maka kita wajib menjaganya supaya tidak bocor kepada orang lain.
Tidak menyalahgunakan jabatan. Jabatan adalah am±nah yang wajib dijaga. Apabila kita diberi jabatan apapun bentuknya, maka kita harus menjaga amanah tersebut. Segala bentuk penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok termasuk perbuatan yang melanggar amanah.
Istiqomah
Istiqomah berarti sikap kukuh pada pendirian dan konsekuen dalam tindakan. Dalam makna yang luas, istiqomah adalah sikap teguh dalam melakukan suatu kebaikan, membela dan mempertahankan keimanan dan keislaman, walaupun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan.
Berempati Itu Mudah Menghormati Itu Indah
Empati adalah keadaan mental yang membuat orang merasa dirinya dalam keadaan, perasaan atau pikiran yang sama dengan orang lain. Dalam istilah lain, empati dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menyadari diri sendiri atas perasaan seseorang, lalu bertindak untuk membantunya.Empati merupakan sifat terpuji Islam menganjurkan hambanya memiliki sifat ini. Empati sama dengan rasa iba atau kasihan kepada orang lain yang terkena musibah. Islam sangat menganjurkan sikap empati, sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. an-Nisa/4: 8.

وَ اِذَا حَضَرَ الۡقِسۡمَۃَ اُولُوا الۡقُرۡبٰی وَ الۡیَتٰمٰی وَ الۡمَسٰکِیۡنُ فَارۡزُقُوۡہُمۡ مِّنۡہُ وَ قُوۡلُوۡا لَہُمۡ قَوۡلًا مَّعۡر
Artinya:
Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. (Q.S. an-Nisa/4: 8).
Ayat tersebut menjelaskan apabila ada kerabat, anak yatim, dan orang miskin yang ikut menyaksikan pembagian warisan, maka mereka diberi bagian sekadarnya sebagai atau tali kasih. Kepedulian terhadap mereka perlu ditumbuhkan. Sikap empati ini akan timbul apabila:
Dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain,
Mampu menempatkan diri sebagai orang lain, dan
Menjadi orang lain yang merasakan.
Adapun cara untuk menghormati Ketika orang tua masih hidup sebagai berikut:
Memperlakukan keduanya dengan sopan dan hormat,
Membantu pekerjaan di rumah, mengikuti nasihatnya,
Membantu kehidupan ekonominya.
Adapun cara menghormati Ketika orang tua yang sudah meninggal sebagai berikut:
Melaksanakan wasiatnya,
Menyambung dan melanjutkan silaturahmi yang dahulu sudah dilakukan
oleh kedua orang tua,
Menjaga nama baik mereka.
Adapun cara berbakti kepada guru, antara lain dengan bersikap:
Rendah hati, sopan, dan menghargai,
Melaksanakan nasihatnya,
Mengucapkan salam apabila bertemu,
Memperhatikan apabila diajak bicara di kelas,
Melaksanakan perintahnya dengan ikhlas.

Materi PAI Tentang Aspek Akhlak di SMP Kelas VIII
Rendah Hati, Hemat, dan Sederhana Membuat Hidup Lebih Mulia
Rendah hati disebut juga dengan tawadu’. Pengertian tawadu’ adalah sikap diri yang tidak merasa lebih dari orang lain. Orang yang tawadu’ berkeyakinan bahwa semua kelebihan yang ada dalam dirinya sematamata merupakan karunia dari Allah Swt. Orang yang rendah hati disukai oleh banyak orang dan memiliki banyak kawan. Biasanya orang yang demikian akan lebih dekat dengan kesuksesan. Hemat dan sederhana akan membuat kehidupan manusia menjadi lebih tenang dan tenteram. Sedangkan berfoya-foya dan menghambur-hamburkan harta itu adalah pemborosan yang merupakan bagian dari perbuatan setan.
Meneladani Kemuliaan dan Kejujuran Para Rasul Allah Swt.
Beriman kepada rasul mengandung maksud menyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah mengutus para rasul-Nya untuk menyampaikan wahyu kepada umat-Nya. Para rasul bertugas menyampaikan wahyu dari Allah untuk memberikan petunjuk bagi umat manusia ke jalan yang lurus  sehingga dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Oleh sebab itu, kita wajib mempercayai dengan sepenuh hati terhadap kerasulan para utusan Allah tersebut sebagaimana firman-Nya:
لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Artinya: “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengahtengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’ān) dan Hikmah (Sunnah, meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (Q.S. Ali Imrān/3: 164).
Ayat tersebut memberikan penjelasan kepada kita bahwa Allah mengutus rasul dari kalangan manusia sendiri sehingga dapat diteladani. Umat Islam wajib mengimani seluruh rasul yang diutus oleh Allah Swt. Kita tidak hanya diperintahkan untuk mengimani Nabi Muhammad saw., tetapi juga harus meyakini seluruh utusan Allah sepanjang zaman yang jumlahnya ada 25 rasul.
Adapun Sifat-sifat Rasul wajib para rasul ada 4 yaitu: Siddiq, Amanah, Tablig, dan Fatanah. Sifat mustahilnya para rasul ada 4: yaitu Kazib, Khianat, Kitman, dan Baladah. Sifat Jaiz para rasul ada 1 yaitu “Iradhul Basyariyah” yaitu memiliki sifat dan kebutuhan hidup sebagaimana manusia pada umumnya.
Ada 5 rasul yang diberi gelar “Ulul azmi” yang artinya orang-orang yang memiliki keteguhan hati dalam menghadapi dan cobaan dari Allah Swt. Adapun 5 rasul tersebut adalah: Nuh a.s., Ibrahim a.s., Musa a.As., Isa a.s., dan Muhammad saw.
Adapun hikmah yang dapat kalian laksanakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut:
Kita selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt.
Kita selalu mengerjakan dan mengamalkan apa yang telah dicontohkan oleh para rasul.
Menjadikan para Rasul sebagai teladan dalam kehidupan seharihari.
Kita selalu patuh dan taat dalam melaksanakan semua yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi apa yang menjadi larangan-Nya.

Materi PAI Tentang Aspek Akhlak di SMP Kelas IX
Menatap Masa Depan dengan Optimis, Ikhtiar dan Tawakal
Optimis
Sifat optimis adalah sifat orang yang memiliki harapan positif dalam menghadapi segala hal atau persoalan. Kebalikan dari optimis adalah pesimis. Orang yang memiliki sifat pesimis selalu berpandangan negatif dalam menghadapi persoalan. Seseorang yang bersifat optimis akan tetap semangat menghadapi semua permasalahan. Jika tidak berhasil menyelesaikan suatu permasalahan, maka dia akan mencoba lagi untuk kedua kalinya, jika gagal kedua kalinya, akan mencoba lagi untuk ketiga kali, sampai berhasil. Sebaliknya jika seseorang pesimis, maka akan menyerah dan tidak mau berusaha lagi.
Sifat pesimis merupakan sifat tercela yang harus dihindari oleh setiap muslim. Sifat pesimis akan membuat seseorang berprasangka buruk kepada diri sendiri dan kepada Allah Swt. Setiap cobaan hidup yang dialami oleh seorang muslim harus dihadapi dengan tabah, semangat pantang menyerah, serta bersungguh-sungguh berusaha mencari solusi terbaik. Pantang bagi seorang muslim untuk mengeluh apalagi berputus asa. Hidup ini akan terasa menyenangkan dan terasa indah jika kita mampu menjalaninya dengan penuh optimis. Salah satu ciri orang yang optimis adalah ia memiliki harapan yang baik pada saat sebelum melakukan suatu pekerjaan. Melakukannya dengan sepenuh hati dan perasaan senang serta Pada saat melaksanakan suatu pekerjaan.
Ikhtiar
Ikhtiar adalah berusaha bersungguh-sungguh untuk mencapai harapan, keinginan, atau cita-cita. Ketika seseorang menginginkan sesuatu maka ia harus mau berusaha atau berupaya untuk meraihnya. Contoh-contoh ikhtiar adalah sebagai berikut:
Orang yang ingin pandai harus berusaha dengan rajin belajar.
Orang yang ingin hidup berkecukupan harus berusaha dengan rajin bekerja.
Orang yang ingin memiliki tabungan harus berusaha hidup hemat atau mengurangi pengeluaran.
Orang yang ingin sehat harus berusaha dengan rajin menjaga kebersihan dan berolah raga.
Orang yang sedang sakit dan ingin sembuh harus berobat.
Usaha-usaha tersebut merupakan bagian penting yang harus dilakukan oleh manusia. Dengan demikian tidak dibenarkan orang yang mempunyai keinginan itu hanya berdiam diri tanpa ada upaya sama sekali. Selanjutnya usaha tersebut diikuti dengan doa, memohon kepada Allah Swt. agar keinginan tersebut dapat terwujud.
Tawakal
Tawakal artinya berserah diri kepada Allah Swt. atas hasil usaha kita setelah berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa. Misalnya, saat menghadapi ulangan kamu sudah belajar dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan soal-soal dengan cermat dan teliti. Setelah itu kamu pasrah dan menyerahkan keputusan atas hasil usaha kamu kepada Allah Swt. Contoh lain misalnya seseorang telah bekerja mencari nafkah dengan sungguh-sungguh. Berapa pun hasilnya ia pasrahkan sepenuhnya kepada Allah Swt. Ia meyakini bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki, Maha Pemurah, dan Maha Kaya.
Mengasah Pribadi yang Unggul dengan Jujur, Santun dan Malu
Seseorang disebut jujur apabila berkata apa adanya dan sesuai kenyataan. Kejujuran sangat diperlukan dalam menjalani semua aktivitas kehidupan, karena kejujuran itulah kehidupan kita akan bahagia dan tenteram. Seorang Siswa belajar dan menyelesaikan ulangan dengan jujur. Pedagang menjajakan dan menakar barang dagangannya dengan jujur. Pejabat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan jujur. Seorang wasit memimpin pertandingan olahraga dengan adil dan jujur. Seorang saksi menjawab pertanyaan hakim dan jaksa dengan jujur. Jika setiap orang memiliki sifat jujur semacam ini maka kehidupan akan berjalan harmonis dan mendapat keberkahan dari Allah Swt.
Santun adalah berkata lemah lembut serta bertingkah laku halus dan baik. Kesantunan seseorang akan terlihat dari ucapan dan tingkah lakunya. Ucapannya lemah-lembut, tingkah lakunya halus serta menjaga perasaan orang lain. Dari sini dapat disimpulkan bahwa santun mencakup dua hal, yakni santun dalam ucapan dan santun dalam perbuatan. Sedangkan Malu adalah menahan diri dari perbuatan jelek, kotor, tercela, dan hina. Sifat malu itu terkadang merupakan sifat bawaan dan juga bisa merupakan hasil latihan. Namun demikian, untuk menumbuhkan rasa malu perlu usaha, niat, ilmu serta pembiasaan. Rasa malu merupakan bagian dari iman karena dapat mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan dan mencegahnya dari kemaksiatan.
Damaikan Negeri dengan Toleransi
Didalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah Swt. menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya saling mengenal. Antara satu bangsa dengan bangsa lain memiliki budaya dan karakteristik berbeda-beda. Demikian pula dengan tanah air tercinta Indonesia. Indonesia merupakan negara majemuk dengan beragam perbedaaan. Perbedaan suku, agama, warna kulit, dan bahasa di Indonesia merupakan anugerah berharga dari Allah Swt. Ini semua adalah kekayaan bangsa Indonesia yang tidak  dimiliki oleh bangsa lain. Oleh karena itu bangsa Indonesia wajib bersyukur atas semua karunia dari Allah Swt. Adapun cara untuk bersyukur yaitu dengan cara saling menghormati, menghargai, serta memelihara hubungan baik antarsesama warga Indonesia.
Toleransi dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tasamuh. Secara bahasa toleransi berarti tenggang rasa. Secara istilah, toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan antar sesama manusia. Allah Swt. menciptakan manusia berbeda satu sama lain. Perbedaan tersebut bisa menjadi kekuatan jika dipandang secara positif. Sebaliknya, perbedaan bisa memicu konflik jika dipandang secara negatif.
Toleransi merupakan salah satu akhlak mulia (akhlakul karimah) yang harus dimiliki setiap muslim. Dengan menjunjung tinggi sikap menghargai perbedaan ini maka kehidupan masyarakat akan damai dan sejahtera. Oleh karena itu kita harus menerapkan toleransi dalam kehidupan seharihari baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat.
Menuai Keberkahan dengan Rasa Hormat dan Taat kepada Orangtua dan Guru
Keharmonisan dan kebahagiaan hidup sebuah keluarga akan terwujud jika semua anggota keluarga saling menghormati dan menyayangi. Anak menghormati orangtua, dan orangtua menyayangi anaknya. Seorang adik menghormati kakaknya, dan kakak menyayangi adik-adiknya. Sikap saling menghormati dan menyayangi seperti ini harus dibiasakan mulai dari keluarga. Pembiasaan dan penanaman akhlak mulia sejak dari dalam keluarga akan membentuk karakter positif seorang anak.
Menghormati dan menyayangi kedua orangtua merupakan kewajiban seorang anak. Sikap menghormati dan menyayangi kedua orangtua dapat dimaksudkan sebagai bentuk balas budi kita kepada mereka. Namun balas budi kita tak akan bisa sepadan dengan pengorbanannya. Sangatlah wajar apabila kita diwajibkan Allah Swt. Selain itu seorang anak wajib mentaati kedua orangtua. Ketaatan seorang anak kepada kedua orangtua merupakan bentuk “birrul walidain”. Birrul walidain adalah berbakti kepada kedua orangtua. Berbakti kepada kedua orangtua termasuk salah satu amalan paling mulia dalam agama.
Selain berbakti kepada orangtua, kita harus taat kepada guru. Sebagaimana wajib hukumnya mematuhi kedua orangtua, wajib pula mematuhi perintah para guru selama tidak bertentangan dengan syariat agama Islam. Guru adalah orangtua kedua setelah orangtua kandung atau orangtua asuh. Guru telah berjasa besar dalam mendidik dan mengajari kita berbagai ilmu pengetahuan, serta menanamkan akhlak mulia. Ia tak kenal lelah berusaha maksimal guna mencerdaskan anak bangsa. Menghormati, menyayangi, serta memuliakan guru merupakan perilaku terpuji yang harus kita lakukan.

Hikmah yang Dapat Diambil Setelah Mempelajari Tentang Aspek Akhlak di SMP
Pendidikan akhlak menjadi suatu yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Karna pendidikan sebagai suatu aktivitas manusia untuk meningkatkan dan mengembangkan seluruh potensi-potensi pribadinya baik jasmani maupun rohani. Pendidikan akhlak merupakan salah satu mata pelajaran pendidikan agama islam yang mempelajari tentang rukun iman yang di kaitkan dengan pengenalan dan penghayatan terhadap al-asma’al-husna serta penciptaan suasana keteladanan dan pembiasaan dalam mengamalkan aklak terpuji dan islami melaluai pemberian contoh-contoh prilaku dan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. secara substansi mata pelajaran akhlak memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi pada peserta didik untuk mempraktekkan al-akhlakul kariamah dan adab islami dalam kehidupan sehari-hari sebagai manifestasi dari keimanannya kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab, Rasul-rasul, hari akhir dan qadha’ qodhar.

Strategi Pembelajaran Materi PAI Tentang Aspek Akhlak di SMP
Istilah “strategi” berasal dari bahasa yunani strategos yang berarti keseluruhan usaha termasuk perencanaan, cara taktik yang digunakan oleh militer untuk mencapai kemenangan dalam peperangan. Strategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola umum kegiatan guru-murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
Dalam proses belajar mengajar, strategi pembelajaran sangat dibutuhkan. Hal ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kualitas anak didik menuju terbinanya insan yang handal dan mampu. Tentunya untuk tujuan ini maka strategi pembelajaran termasuk didalamnya mengidentifikasi segala bentuk dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Selain itu strategi pembelajaran tersebut sangat bermanfaat pada setiap tahapan dan proses belajar mengajar, baik pada tahap kesiapan (Readiness), pemberian motovasi, perhatian, memberikan persepsi, retensi maupun dalam melakukan transfer ilmu pengetahuan kepada siswa.
Strategi yang digunakan dalam pembelajaran materi PAI tentang aspek akhlak di SMP adalah strategi pembelajaran jenis Role Playing. Strategi ini mencakup materi akhlak seperti tawadhu’, taat, tawakkal, dermawan atau akhlak tercela seperti dendam dan munafik.
Strategi Role Playing secara sederhana dapat diartikan sebagai metode bermain peran (Role Playing). Dalam strategi ini pembelajaran yang di dalamnya menampakkan adanya perilaku pura-pura dari siswa yang terlibat atau peniruan situasi dari tokoh-tokoh sejarah sedemikian rupa.



















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Adapun materi PAI tentang aspek akhlak di SMP kelas VII sebagai berikut: a) Hidup tenang dengan kejujuran, amanah dan istiqomah. b) Berempati itu mudah menghormati itu indah.
Adapun materi PAI tentang aspek akhlak di SMP Kelas VIII sebagai berikut: a) Rendah hati, hemat, dan sederhana membuat hidup lebih mulia, b) Meneladani kemuliaan dan kejujuran para Rasul Allah Swt.
Adapun materi PAI tentang aspek Akhlak di SMP Kelas IX sebagai berikut: a) Menatap masa depan dengan optimis, ikhtiar dan tawakal. b) Mengasah pribadi yang unggul dengan jujur, santun dan malu. c) Damaikan Negeri dengan toleransi. d) Menuai keberkahan dengan rasa hormat dan taat kepada orangtua dan guru.
Strategi yang digunakan dalam pembelajaran materi PAI tentang aspek akhlak di SMP adalah strategi pembelajaran jenis Role Playing. Strategi ini mencakup materi akhlak seperti tawadhu’, taat, tawakkal, dermawan atau akhlak tercela seperti dendam dan munafik.

Saran
Dalam menyusun makalah ini mungkin belumlah sempurna maka dari itu penulis berharap untuk hendaknya memberikan penulis penjelasan lebih atau pemberian contoh yang jelas agar penulis dapat memperbaiki makalah yang penulis susun di kemudian hari.






BAB III
DAFTAR PUSTAKA

Ahsan, Muhammad, Sumiyati dan Mustahdi. 2017. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ahsan, Muhammad dan Sumiyati. 2014. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VIII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ahsan, Muhammad dan Sumiyati. 2014. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

B.Hamzah, Uno. 2010. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif.  Jakarta: Bumi Aksara.

Hamalik, Oemar. 2007. Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Bumi Aksara.

Langgulung, Hasan. 1998. Asas-Asas Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna.








PPPK BAGI GURU HONORER SEGERA DIBUKA

Pemerintah telah membuka kuota hingga satu juta guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) bagi guru honorer segala usia.  Mendi...