Kamis, 19 Maret 2020

PENGEMBANGAN MATERI PAI PENDIDIKAN DASAR 2 AKHLAK DI SMP, HIKMAH DAN STRATEGI PEMBELAJARANNYA

KATA PENGANTAR
Alhamdulilah segala puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT semesta alam,yang telah memberikan kita kesehatan sehingga kita dapat melaksanakan aktifitas-aktifitas dengan segala manfaat yang ada,yang telah memberikan kita kecerdasan dalam berfikir, sehingga dengan kecerdasan itu kita dapat memberikan karya-karya terbaik kita untuk agama, bangsa dan tanah air. Shalawat serta salam tak lupa juga kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabat dan orang-orang yang selalu istiqomah.
Dengan selesainya makalah yang penulis buat, penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu Abdul Karim Lubis, S.Pd.I, MA yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini dan kepada seluruh orang-orang yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini hingga makalah ini dapat dibaca seluruh kalangan masyarakat. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Pontianak, September 2019


                                         Penulis








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
Bab 1 Pendahuluan 1
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 1
Tujuan Makalah 2
Bab II Pembahasan 3
Materi PAI tentang aspek akhlak di SMP kelas VII 3
Materi PAI tentang aspek akhlak di SMP kelas VIII 6
Materi PAI tentang aspek akhlak di SMP kelas IX 8
Hikmah yang dapat diambil 13
Strategi Pembelajaran 13
Bab III Penutup 15
Kesimpulan 15
Saran 15
DAFTAR PUSTAKA 16













BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. sehingga dalam melaksanakan peinsip penyelenggaraan pendidikan harus sesuai dengan pendidikan nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
Akhlak mempunyai pengaruh besar terhadap individu manusiadan terhadap suatu bangsa. Ajaran-ajaran akhlak sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW., dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang terapat dibeberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang akhlak mulia Rasulullah sebagaimana yang terdapat dalam Q.S Al-Ahzab : 21 , yang artinya: “Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu, suri tauladan yang baik bagimu, bagi orang yang mengharap Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas sebagai berikut:
Apa saja materi PAI tentang aspek akhlak di SMP ?
Hikmah apa yang dapat diambil setelah mempelajari tentang aspek akhlak di SMP?
Bagaimana strategi pembelajaran materi PAI tentang aspek akhlak di SMP ?



Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini  sebagai berikut:
Untuk mengetahui materi PAI tentang aspek akhlak di SMP.
Untuk mengetahui hikmah yang dapat diambil setelah mempelajari tentang aspek akhlak di SMP.
Untuk mengetahui strategi pembelajaran materi PAI tentang aspek akhlak di SMP.

















BAB II
PEMBAHASAN

Materi PAI Tentang Aspek Akhlak di SMP Kelas VII
Hidup Tenang dengan Kejujuran, Amanah dan Istiqomah
Jujur
Jujur adalah kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan yang sebenarnya. Apa yang diucapkan memang itulah yang sesungguhnya dan apa yang diperbuat itulah yang sebenarnya. Kejujuran sangat erat kaitannya dengan hati nurani. Kata hati nurani adalah sesuatu yang murni dan suci. Hati nurani selalu mengajak kita kepada kebaikan dan kejujuran. Namun, kadang, kita enggan mengikuti hati nurani. Bila kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai hati nurani, maka itulah yang disebut dusta. Apabila kita katakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, itulah yang dinamakan bohong. Dusta atau bohong merupakan lawan kata jujur. Sebagai makhluk sosial, kita memerlukan kehidupan yang harmonis, baik, dan seimbang. Agar tidak ada yang dirugikan, dizalimi dan dicurangi, kita harus jujur. Jadi, untuk kehidupan yang lebih baik kuncinya adalah kejujuran. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi
عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلىَ البِرِّ وَإِنَّ البرَّ يَهْدِيْ إِلىَ الجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتىَّ يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِيْقاً وَإِيَّاكُمْ وَالكَذِبَ فَإِنَّ الكَذِبَ يَهِدِى إِلىَ الفُجُوْرِ وَإِنَّ الفُجُوْرَ يَهْدِي إِلىَ النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيتَحَرَّى الكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كذاباً  رواه مسلم .
Abdullah bin Mas’ud berkata: “Bersabda Rasulullah : Kalian harus jujur karena sesungguhnya jujur itu menunjukan kepada kebaikan dan kebaikan itu menunjukkan kepada jannah. Seseorang senantiasa jujur dan berusaha untuk jujur sehingga ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian dusta karena sesungguhnya dusta itu
menunjukkan kepada keburukan dan keburukan itu menunjukkan kepada neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan berusaha untuk berdusta sehingga ditulis disisi Allah sebagai seorang pendusta” (HR Muslim) Shohih Muslim hadits no : 6586.
Amanah
Amanah artinya terpercaya (dapat dipercaya). Amanah juga berarti pesan yang dititipkan dapat disampaikan kepada orang yang berhak. Amanah yang wajib ditunaikan oleh setiap orang adalah hak-hak Allah Swt., seperti  zakat, puasa, berbuat baik kepada sesama, dan yang lainnya. Amanah berkaitan erat dengan tanggung  jawab. Orang yang menjaga amanah biasanya disebut orang yang bertanggung jawab. Sebaliknya, orang yang tidak menjaga amanah disebut orang yang tidak bertanggung jawab. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menjaga amanah itu penting.
Adapun hikmah perilaku amanah sebagai berikut:
Dipercaya orang lain, ini merupakan modal yang sangat berharga dalam menjalin hubungan atau berinteraksi antara sesama manusia.
Mendapatkan simpati dari semua pihak, baik kawan maupun lawan.
Hidupnya akan sukses dan dimudahkan oleh Allah Swt.
Perilaku Amanah dalam Kehidupan Sehari-hari sebagai berikut:
Menjaga titipan dan mengembalikannya seperti keadaan semula. Apabila kita dititipi sesuatu oleh orang lain, misalnya barang berharga, emas, rumah, atau barang-barang lainnya, maka kita harus menjaganya dengan baik. Pada saat barang titipan tersebut diambil oleh pemiliknya, kita harus mengembalikannya seperti semula.
Menjaga rahasia. Apabila kita dipercaya untuk menjaga rahasia, baik itu rahasia pribadi, rahasia keluarga, rahasia organisasi, atau rahasia negara, maka kita wajib menjaganya supaya tidak bocor kepada orang lain.
Tidak menyalahgunakan jabatan. Jabatan adalah am±nah yang wajib dijaga. Apabila kita diberi jabatan apapun bentuknya, maka kita harus menjaga amanah tersebut. Segala bentuk penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok termasuk perbuatan yang melanggar amanah.
Istiqomah
Istiqomah berarti sikap kukuh pada pendirian dan konsekuen dalam tindakan. Dalam makna yang luas, istiqomah adalah sikap teguh dalam melakukan suatu kebaikan, membela dan mempertahankan keimanan dan keislaman, walaupun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan.
Berempati Itu Mudah Menghormati Itu Indah
Empati adalah keadaan mental yang membuat orang merasa dirinya dalam keadaan, perasaan atau pikiran yang sama dengan orang lain. Dalam istilah lain, empati dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menyadari diri sendiri atas perasaan seseorang, lalu bertindak untuk membantunya.Empati merupakan sifat terpuji Islam menganjurkan hambanya memiliki sifat ini. Empati sama dengan rasa iba atau kasihan kepada orang lain yang terkena musibah. Islam sangat menganjurkan sikap empati, sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. an-Nisa/4: 8.

وَ اِذَا حَضَرَ الۡقِسۡمَۃَ اُولُوا الۡقُرۡبٰی وَ الۡیَتٰمٰی وَ الۡمَسٰکِیۡنُ فَارۡزُقُوۡہُمۡ مِّنۡہُ وَ قُوۡلُوۡا لَہُمۡ قَوۡلًا مَّعۡر
Artinya:
Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. (Q.S. an-Nisa/4: 8).
Ayat tersebut menjelaskan apabila ada kerabat, anak yatim, dan orang miskin yang ikut menyaksikan pembagian warisan, maka mereka diberi bagian sekadarnya sebagai atau tali kasih. Kepedulian terhadap mereka perlu ditumbuhkan. Sikap empati ini akan timbul apabila:
Dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain,
Mampu menempatkan diri sebagai orang lain, dan
Menjadi orang lain yang merasakan.
Adapun cara untuk menghormati Ketika orang tua masih hidup sebagai berikut:
Memperlakukan keduanya dengan sopan dan hormat,
Membantu pekerjaan di rumah, mengikuti nasihatnya,
Membantu kehidupan ekonominya.
Adapun cara menghormati Ketika orang tua yang sudah meninggal sebagai berikut:
Melaksanakan wasiatnya,
Menyambung dan melanjutkan silaturahmi yang dahulu sudah dilakukan
oleh kedua orang tua,
Menjaga nama baik mereka.
Adapun cara berbakti kepada guru, antara lain dengan bersikap:
Rendah hati, sopan, dan menghargai,
Melaksanakan nasihatnya,
Mengucapkan salam apabila bertemu,
Memperhatikan apabila diajak bicara di kelas,
Melaksanakan perintahnya dengan ikhlas.

Materi PAI Tentang Aspek Akhlak di SMP Kelas VIII
Rendah Hati, Hemat, dan Sederhana Membuat Hidup Lebih Mulia
Rendah hati disebut juga dengan tawadu’. Pengertian tawadu’ adalah sikap diri yang tidak merasa lebih dari orang lain. Orang yang tawadu’ berkeyakinan bahwa semua kelebihan yang ada dalam dirinya sematamata merupakan karunia dari Allah Swt. Orang yang rendah hati disukai oleh banyak orang dan memiliki banyak kawan. Biasanya orang yang demikian akan lebih dekat dengan kesuksesan. Hemat dan sederhana akan membuat kehidupan manusia menjadi lebih tenang dan tenteram. Sedangkan berfoya-foya dan menghambur-hamburkan harta itu adalah pemborosan yang merupakan bagian dari perbuatan setan.
Meneladani Kemuliaan dan Kejujuran Para Rasul Allah Swt.
Beriman kepada rasul mengandung maksud menyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah mengutus para rasul-Nya untuk menyampaikan wahyu kepada umat-Nya. Para rasul bertugas menyampaikan wahyu dari Allah untuk memberikan petunjuk bagi umat manusia ke jalan yang lurus  sehingga dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Oleh sebab itu, kita wajib mempercayai dengan sepenuh hati terhadap kerasulan para utusan Allah tersebut sebagaimana firman-Nya:
لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Artinya: “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengahtengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’ān) dan Hikmah (Sunnah, meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (Q.S. Ali Imrān/3: 164).
Ayat tersebut memberikan penjelasan kepada kita bahwa Allah mengutus rasul dari kalangan manusia sendiri sehingga dapat diteladani. Umat Islam wajib mengimani seluruh rasul yang diutus oleh Allah Swt. Kita tidak hanya diperintahkan untuk mengimani Nabi Muhammad saw., tetapi juga harus meyakini seluruh utusan Allah sepanjang zaman yang jumlahnya ada 25 rasul.
Adapun Sifat-sifat Rasul wajib para rasul ada 4 yaitu: Siddiq, Amanah, Tablig, dan Fatanah. Sifat mustahilnya para rasul ada 4: yaitu Kazib, Khianat, Kitman, dan Baladah. Sifat Jaiz para rasul ada 1 yaitu “Iradhul Basyariyah” yaitu memiliki sifat dan kebutuhan hidup sebagaimana manusia pada umumnya.
Ada 5 rasul yang diberi gelar “Ulul azmi” yang artinya orang-orang yang memiliki keteguhan hati dalam menghadapi dan cobaan dari Allah Swt. Adapun 5 rasul tersebut adalah: Nuh a.s., Ibrahim a.s., Musa a.As., Isa a.s., dan Muhammad saw.
Adapun hikmah yang dapat kalian laksanakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut:
Kita selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt.
Kita selalu mengerjakan dan mengamalkan apa yang telah dicontohkan oleh para rasul.
Menjadikan para Rasul sebagai teladan dalam kehidupan seharihari.
Kita selalu patuh dan taat dalam melaksanakan semua yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi apa yang menjadi larangan-Nya.

Materi PAI Tentang Aspek Akhlak di SMP Kelas IX
Menatap Masa Depan dengan Optimis, Ikhtiar dan Tawakal
Optimis
Sifat optimis adalah sifat orang yang memiliki harapan positif dalam menghadapi segala hal atau persoalan. Kebalikan dari optimis adalah pesimis. Orang yang memiliki sifat pesimis selalu berpandangan negatif dalam menghadapi persoalan. Seseorang yang bersifat optimis akan tetap semangat menghadapi semua permasalahan. Jika tidak berhasil menyelesaikan suatu permasalahan, maka dia akan mencoba lagi untuk kedua kalinya, jika gagal kedua kalinya, akan mencoba lagi untuk ketiga kali, sampai berhasil. Sebaliknya jika seseorang pesimis, maka akan menyerah dan tidak mau berusaha lagi.
Sifat pesimis merupakan sifat tercela yang harus dihindari oleh setiap muslim. Sifat pesimis akan membuat seseorang berprasangka buruk kepada diri sendiri dan kepada Allah Swt. Setiap cobaan hidup yang dialami oleh seorang muslim harus dihadapi dengan tabah, semangat pantang menyerah, serta bersungguh-sungguh berusaha mencari solusi terbaik. Pantang bagi seorang muslim untuk mengeluh apalagi berputus asa. Hidup ini akan terasa menyenangkan dan terasa indah jika kita mampu menjalaninya dengan penuh optimis. Salah satu ciri orang yang optimis adalah ia memiliki harapan yang baik pada saat sebelum melakukan suatu pekerjaan. Melakukannya dengan sepenuh hati dan perasaan senang serta Pada saat melaksanakan suatu pekerjaan.
Ikhtiar
Ikhtiar adalah berusaha bersungguh-sungguh untuk mencapai harapan, keinginan, atau cita-cita. Ketika seseorang menginginkan sesuatu maka ia harus mau berusaha atau berupaya untuk meraihnya. Contoh-contoh ikhtiar adalah sebagai berikut:
Orang yang ingin pandai harus berusaha dengan rajin belajar.
Orang yang ingin hidup berkecukupan harus berusaha dengan rajin bekerja.
Orang yang ingin memiliki tabungan harus berusaha hidup hemat atau mengurangi pengeluaran.
Orang yang ingin sehat harus berusaha dengan rajin menjaga kebersihan dan berolah raga.
Orang yang sedang sakit dan ingin sembuh harus berobat.
Usaha-usaha tersebut merupakan bagian penting yang harus dilakukan oleh manusia. Dengan demikian tidak dibenarkan orang yang mempunyai keinginan itu hanya berdiam diri tanpa ada upaya sama sekali. Selanjutnya usaha tersebut diikuti dengan doa, memohon kepada Allah Swt. agar keinginan tersebut dapat terwujud.
Tawakal
Tawakal artinya berserah diri kepada Allah Swt. atas hasil usaha kita setelah berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa. Misalnya, saat menghadapi ulangan kamu sudah belajar dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan soal-soal dengan cermat dan teliti. Setelah itu kamu pasrah dan menyerahkan keputusan atas hasil usaha kamu kepada Allah Swt. Contoh lain misalnya seseorang telah bekerja mencari nafkah dengan sungguh-sungguh. Berapa pun hasilnya ia pasrahkan sepenuhnya kepada Allah Swt. Ia meyakini bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki, Maha Pemurah, dan Maha Kaya.
Mengasah Pribadi yang Unggul dengan Jujur, Santun dan Malu
Seseorang disebut jujur apabila berkata apa adanya dan sesuai kenyataan. Kejujuran sangat diperlukan dalam menjalani semua aktivitas kehidupan, karena kejujuran itulah kehidupan kita akan bahagia dan tenteram. Seorang Siswa belajar dan menyelesaikan ulangan dengan jujur. Pedagang menjajakan dan menakar barang dagangannya dengan jujur. Pejabat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan jujur. Seorang wasit memimpin pertandingan olahraga dengan adil dan jujur. Seorang saksi menjawab pertanyaan hakim dan jaksa dengan jujur. Jika setiap orang memiliki sifat jujur semacam ini maka kehidupan akan berjalan harmonis dan mendapat keberkahan dari Allah Swt.
Santun adalah berkata lemah lembut serta bertingkah laku halus dan baik. Kesantunan seseorang akan terlihat dari ucapan dan tingkah lakunya. Ucapannya lemah-lembut, tingkah lakunya halus serta menjaga perasaan orang lain. Dari sini dapat disimpulkan bahwa santun mencakup dua hal, yakni santun dalam ucapan dan santun dalam perbuatan. Sedangkan Malu adalah menahan diri dari perbuatan jelek, kotor, tercela, dan hina. Sifat malu itu terkadang merupakan sifat bawaan dan juga bisa merupakan hasil latihan. Namun demikian, untuk menumbuhkan rasa malu perlu usaha, niat, ilmu serta pembiasaan. Rasa malu merupakan bagian dari iman karena dapat mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan dan mencegahnya dari kemaksiatan.
Damaikan Negeri dengan Toleransi
Didalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah Swt. menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya saling mengenal. Antara satu bangsa dengan bangsa lain memiliki budaya dan karakteristik berbeda-beda. Demikian pula dengan tanah air tercinta Indonesia. Indonesia merupakan negara majemuk dengan beragam perbedaaan. Perbedaan suku, agama, warna kulit, dan bahasa di Indonesia merupakan anugerah berharga dari Allah Swt. Ini semua adalah kekayaan bangsa Indonesia yang tidak  dimiliki oleh bangsa lain. Oleh karena itu bangsa Indonesia wajib bersyukur atas semua karunia dari Allah Swt. Adapun cara untuk bersyukur yaitu dengan cara saling menghormati, menghargai, serta memelihara hubungan baik antarsesama warga Indonesia.
Toleransi dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tasamuh. Secara bahasa toleransi berarti tenggang rasa. Secara istilah, toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan antar sesama manusia. Allah Swt. menciptakan manusia berbeda satu sama lain. Perbedaan tersebut bisa menjadi kekuatan jika dipandang secara positif. Sebaliknya, perbedaan bisa memicu konflik jika dipandang secara negatif.
Toleransi merupakan salah satu akhlak mulia (akhlakul karimah) yang harus dimiliki setiap muslim. Dengan menjunjung tinggi sikap menghargai perbedaan ini maka kehidupan masyarakat akan damai dan sejahtera. Oleh karena itu kita harus menerapkan toleransi dalam kehidupan seharihari baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat.
Menuai Keberkahan dengan Rasa Hormat dan Taat kepada Orangtua dan Guru
Keharmonisan dan kebahagiaan hidup sebuah keluarga akan terwujud jika semua anggota keluarga saling menghormati dan menyayangi. Anak menghormati orangtua, dan orangtua menyayangi anaknya. Seorang adik menghormati kakaknya, dan kakak menyayangi adik-adiknya. Sikap saling menghormati dan menyayangi seperti ini harus dibiasakan mulai dari keluarga. Pembiasaan dan penanaman akhlak mulia sejak dari dalam keluarga akan membentuk karakter positif seorang anak.
Menghormati dan menyayangi kedua orangtua merupakan kewajiban seorang anak. Sikap menghormati dan menyayangi kedua orangtua dapat dimaksudkan sebagai bentuk balas budi kita kepada mereka. Namun balas budi kita tak akan bisa sepadan dengan pengorbanannya. Sangatlah wajar apabila kita diwajibkan Allah Swt. Selain itu seorang anak wajib mentaati kedua orangtua. Ketaatan seorang anak kepada kedua orangtua merupakan bentuk “birrul walidain”. Birrul walidain adalah berbakti kepada kedua orangtua. Berbakti kepada kedua orangtua termasuk salah satu amalan paling mulia dalam agama.
Selain berbakti kepada orangtua, kita harus taat kepada guru. Sebagaimana wajib hukumnya mematuhi kedua orangtua, wajib pula mematuhi perintah para guru selama tidak bertentangan dengan syariat agama Islam. Guru adalah orangtua kedua setelah orangtua kandung atau orangtua asuh. Guru telah berjasa besar dalam mendidik dan mengajari kita berbagai ilmu pengetahuan, serta menanamkan akhlak mulia. Ia tak kenal lelah berusaha maksimal guna mencerdaskan anak bangsa. Menghormati, menyayangi, serta memuliakan guru merupakan perilaku terpuji yang harus kita lakukan.

Hikmah yang Dapat Diambil Setelah Mempelajari Tentang Aspek Akhlak di SMP
Pendidikan akhlak menjadi suatu yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Karna pendidikan sebagai suatu aktivitas manusia untuk meningkatkan dan mengembangkan seluruh potensi-potensi pribadinya baik jasmani maupun rohani. Pendidikan akhlak merupakan salah satu mata pelajaran pendidikan agama islam yang mempelajari tentang rukun iman yang di kaitkan dengan pengenalan dan penghayatan terhadap al-asma’al-husna serta penciptaan suasana keteladanan dan pembiasaan dalam mengamalkan aklak terpuji dan islami melaluai pemberian contoh-contoh prilaku dan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. secara substansi mata pelajaran akhlak memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi pada peserta didik untuk mempraktekkan al-akhlakul kariamah dan adab islami dalam kehidupan sehari-hari sebagai manifestasi dari keimanannya kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab, Rasul-rasul, hari akhir dan qadha’ qodhar.

Strategi Pembelajaran Materi PAI Tentang Aspek Akhlak di SMP
Istilah “strategi” berasal dari bahasa yunani strategos yang berarti keseluruhan usaha termasuk perencanaan, cara taktik yang digunakan oleh militer untuk mencapai kemenangan dalam peperangan. Strategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola umum kegiatan guru-murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
Dalam proses belajar mengajar, strategi pembelajaran sangat dibutuhkan. Hal ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kualitas anak didik menuju terbinanya insan yang handal dan mampu. Tentunya untuk tujuan ini maka strategi pembelajaran termasuk didalamnya mengidentifikasi segala bentuk dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Selain itu strategi pembelajaran tersebut sangat bermanfaat pada setiap tahapan dan proses belajar mengajar, baik pada tahap kesiapan (Readiness), pemberian motovasi, perhatian, memberikan persepsi, retensi maupun dalam melakukan transfer ilmu pengetahuan kepada siswa.
Strategi yang digunakan dalam pembelajaran materi PAI tentang aspek akhlak di SMP adalah strategi pembelajaran jenis Role Playing. Strategi ini mencakup materi akhlak seperti tawadhu’, taat, tawakkal, dermawan atau akhlak tercela seperti dendam dan munafik.
Strategi Role Playing secara sederhana dapat diartikan sebagai metode bermain peran (Role Playing). Dalam strategi ini pembelajaran yang di dalamnya menampakkan adanya perilaku pura-pura dari siswa yang terlibat atau peniruan situasi dari tokoh-tokoh sejarah sedemikian rupa.



















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Adapun materi PAI tentang aspek akhlak di SMP kelas VII sebagai berikut: a) Hidup tenang dengan kejujuran, amanah dan istiqomah. b) Berempati itu mudah menghormati itu indah.
Adapun materi PAI tentang aspek akhlak di SMP Kelas VIII sebagai berikut: a) Rendah hati, hemat, dan sederhana membuat hidup lebih mulia, b) Meneladani kemuliaan dan kejujuran para Rasul Allah Swt.
Adapun materi PAI tentang aspek Akhlak di SMP Kelas IX sebagai berikut: a) Menatap masa depan dengan optimis, ikhtiar dan tawakal. b) Mengasah pribadi yang unggul dengan jujur, santun dan malu. c) Damaikan Negeri dengan toleransi. d) Menuai keberkahan dengan rasa hormat dan taat kepada orangtua dan guru.
Strategi yang digunakan dalam pembelajaran materi PAI tentang aspek akhlak di SMP adalah strategi pembelajaran jenis Role Playing. Strategi ini mencakup materi akhlak seperti tawadhu’, taat, tawakkal, dermawan atau akhlak tercela seperti dendam dan munafik.

Saran
Dalam menyusun makalah ini mungkin belumlah sempurna maka dari itu penulis berharap untuk hendaknya memberikan penulis penjelasan lebih atau pemberian contoh yang jelas agar penulis dapat memperbaiki makalah yang penulis susun di kemudian hari.






BAB III
DAFTAR PUSTAKA

Ahsan, Muhammad, Sumiyati dan Mustahdi. 2017. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ahsan, Muhammad dan Sumiyati. 2014. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VIII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ahsan, Muhammad dan Sumiyati. 2014. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

B.Hamzah, Uno. 2010. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif.  Jakarta: Bumi Aksara.

Hamalik, Oemar. 2007. Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Bumi Aksara.

Langgulung, Hasan. 1998. Asas-Asas Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna.








3 komentar:

PPPK BAGI GURU HONORER SEGERA DIBUKA

Pemerintah telah membuka kuota hingga satu juta guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) bagi guru honorer segala usia.  Mendi...