"PEMERINTAH BUNGKAM TERHADAP PENDIDIKAN"
Setiap anak di Indonesia seharusnya mendapatkan pendidikan wajib belajar selama minmal 9 tahun atau jenjang SMP bahkan 12 tahun yaitu SMA, namun mengapa pendidikan Indonesia masih tertinggal.
Dapat dilihat di salah satu Desa yang terletak Kecamatan Ambawang Kabupaten Kubu Raya Perovinsi Kalimantan Barat. Tepat nya di Desa Simpang Raya Dusun Parit Medan II.
Di Desa Simpang Raya, Dusun Parit Medan II Ini terdapat Yayasan Pendidikan yang bernama Yayasan Miftahul Jannah.
sudah seringkali mengajukan bantuan terhadap pemerintah setempat bahkan sudah empat kali pengajuan bantuan untuk pembangunan Yayasan Miftahul Jannah ini, namun tetap saja belum mendapatkan respon yang baik terhadap pemerintah.
Berikut alasan mengapa pendidikan Indonesia masih tertinggal:
1. Pendidikan belum merata
Masalah ini merupakan masalah yang sudah sejak lama ada, kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan di daerah pelosok adalah alasannya. Bagi anak-anak yang berada diperkotaan mungkin sudah sebagian besar bisa menjangkau pendidikan, namun bagi mereka yang ada di pelosok? Perlu berjalan sejauh belasan kilometer untuk sekedar belajar.
2. Kualitas guru yang biasa
Di negara-negara maju profesi guru adalah profesi unggulan, namun di Indonesia hanya sedikit yang berniat menjadi guru. Hanya sebagian orang-orang yang ingin menjadi guru, karena rendahnya gaji serta tunjangan jika menjadi guru apalagi guru honorer. Di negara maju profesi guru menjanjikan kesejahteraan yang tinggi dan dihargai.
3. Kesadaran akan pendidikan yang rendah
Edukasi yang kurang terhadap orang tua terutama di daerah pelosok akan pentingnya pendidikan, banyak orang tua di pelosok yang berpikir pendidikan tidak begitu penting sehingga banyak anak pada usia sekolah berhenti sekolah untuk mencari nafkah.
4. Infrastruktur dan fasilitas yang tidak memadai
Fasilitas di sekolah-sekolah besar mungkin sudah memadai untuk mendukung pendidikan, namun di sekolah yang kecil dan terpencil, infrastruktur masih sangat minim. Bahkan ada sekolah yang atapnya bocor serta temboknya hanya dari kayu saja seperti yang terdapat di kecamatan ambawang ini.
![]() |
| (dokumentasi Yayasan Miftahul Jannah di kecamatan ambawang) |
Anggaran untuk pendidikan termasuk besar yaitu 20 persen APBN, namun masih tidak begitu terasa manfaatnya. Mungkin saja dana tersebut di korupsi oleh beberapa pihak. Lagi-lagi karena lemahnya hukum di Indonesia membuat aliran dana menguap begitu saja tanpa diketahui kemana uang tersebut menguap.
Sampai kapan Pemerintah akan bungkam terhadap pendidikan di Indonsia, bukankah kah pendidikan menjadi salah satu tonggak utama untuk kemajuan bangsa?
Seharus nya pemerintah membangun pendidikan secara merata sampai kepelosok desa bukan hanya membangun pendidikan hanya di perkotaan saja. Karena dengan terbangun serta meratanya pendidikan akan mencerdaskan dan membangun generasi bangsa.
(Penulis: Jamalludin)

Lupa akan membangun
BalasHapus